Menghilang Dari Sore Hari, Slamet Ditemukan Gantung Diri di Sebelah Panti Asuhan Annur Palembang

Kondisi Slamet saat pertama kali ditemukan gantung diri di sebuah rumah kosong tepat berada di sebelah panti asuhan milik neneknya sendiri.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Tak pulang saat buka bersama, Slamet (24), warga Jalan Sukakarya Sukarame Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi gantung diri di sebuah rumah kosong tepat berada di sebelah panti asuhan milik neneknya sendiri, Jumat (29/4/2022) malam.

Read More

Sontak tewasnya Slamet yang dikenal merupakan keluarga pemilik panti asuhan Annur, membuat geger warga sekitarnya.

Mayat korban sendiri ditemukan dalam kondisi tergantung dengan seutas tali tambang berwarna biru di ruang kosong tepat bersebelahan dengan bangunan panti milik neneknya tersebut.

Sakti (35), salah seorang saksi mata dalam peristiwa ini menjelaskan orang pertama yang menemukan Slamet adalah teman dekatnya Rendi (23) yang sore itu mencari keberadaan korban sekitar pukul 20.30 WIB.

“Saat Rendi masuk ke rumah kosong itu, dari dalam dia teriak keluar dari dalam dan bilang kalau Slamet sudah tewas,” ungkapnya.

Lantas dari situ Sakti langsung mengabari peristiwa tersebut keluarga korban serta juga melaporkannnya ke Polsek Sukarame Palembang.

Mendapat laporan tersebut, polisi bergerak cepat dan langsung mendatangi TKP bersama dengan Tim Inafis Polrestabes Palembang.

Kapolsek Sukarami, Kompol Dwi Satya Arian melalui Kanit Reskrim Iptu Denni Irawan membenarkan peristiwa tewasnya Slamet dengan cara gantung diri.

“Untuk pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan keluarga menolak untuk dilakukan adanya otopsi”, tutupnya

Terlepas itu, korban sendiri diketahui merupakan pegawai di gudang susu yang berada di Jalan Bypass Alang-Alang Lebar Palembang.

Sementara itu, dari keterangan kakak kandung dari korban menceritakan pada saat mendengar kabar tewasnya Slamet merasa sungguh sangat terkejut dan tak percaya.

Pasalnya Yuli mengaku bahwa korban semasa hidupnya tak pernah terlihat memiliki permasalahan.

“Saya dan sekeluarga tidak menyangka kalo adik saya  (Slamet –red) itu melakukan hal seperti itu. Padahal setahu saya Slamet tidak ada masalah apa-apa,” tuturnya.

Yuli juga mengatakan korban merupakan anak keenam dari delapan  bersaudara.  Selain itu, Slamet di antara ke delapan bersaudara ini memang memiliki karakter pendiam. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.