Lawan Papua, Tim Sepakbola Sumsel Terancam Kehilangan Ichsan Kurniawan

Cabang Olahraga Sepakbola

Bandung, Sumselupdate.com – Setelah lolos secara dramatis, tim sepakbola PON Sumsel kembali berlaga menghadapi tim kuat PON Papua di babak delapan besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Pertandingan ini rencananya digelar Stadion Patriot, Bekasi, Selasa, (20/9/2016), sekitar pukul 15.30.

Namun dalam pertandingan ini, Sumsel terancam kehilangan gelandang tangguh, yakni Ichsan Kurniawan karena mengalami cedera.

Bacaan Lainnya

Icshan sendiri mengaku, saat ini kondisinya belum pulih seratus persen lantaran masih merasa nyeri saat berjalan karena cedera engkel yang masih dialaminya.

“Kalau berjalan masih terasa sakit belum benar benar pulih. Tapi semua tergantung pelatih, kalau dibutuhkan saya siap untuk bermain,” sebut Icshan.

Di kubu Tim PON Papua bukanlah lawan enteng karena tim negeri Cederawasih pemuncak klasemen grup C. Sedangkan Tim PON Sumsel berada di peringkat ketiga gup B.

Tim yang dikomandoi Marchko Sandi Meraudje memiliki gaya permainan cepat atraktif dengan pola one-two (dari kaki ke kaki).

Hanya saja Pelatih Papua Chrisleo Yarangga mengakui evaluasi yang harus dilakukan babak delapan besar kontra Tim Sumsel terkait finishing toch belum sempurna.

“Kita kemarin Minggu, (18/9) hanya menang satu gol dari Gorontalo. Mungkin anak anak kelelahan tapi penyelesaian akhir harus dibenahi padahal kita banyak peluang. Kita tau juga Tim Sumsel cukup kuat yang akan menjadi lawan kami nanti,” kata dia.

 

Optimis Raih Emas

Sementara itu, pelatih Tim PON Rudy William Keeltjes mengaku, masih optimis bisa mencapai target emas, meski beragam kekurangan anak asuhnya harus diantisipasi agar bisa taklukan Tim Papua. “Kita masih pegang dan optimis emas di cabor sepakbola. Tapi evaluasi harus dijalankan para pemain,” ujarnya.

Menurut Opah nama sapaan Rudy William Keeltjes semua kontestan di PON sebenarnya bukanlah lawan anak asuhnya. Baik dari faktor skill, perfoma hingga mental bertanding.

Namun di skuad tidak ada pemain memiliki jiwa kepemimpinan khususnya di sektor tengah sebagai roh pengatur ritme permainan arah si kulit bundar.

“Pemain seperti asal tendang bola, emosi tidak control, dan bermain kurang tenang. Memang kita ada kapten tapi tim butuh jenderal lini tengah untuk mengatur ritme tapi tidak ada. Itu yang dikhawatirkan Opa saat ini di tim kita,” ucap mantan pelatih timnas U-19 B ini.

Pelatih yang pernah menukangi PSM Makkasar ini, membeberkan adanya Manda Cingi juga tidak bisa mengobati kebocoran miss komunikasi di sektor tengah. Manda tipe pekerja keras dan tidak memiliki tipikal pemikir. “Di tim semuanya sama hanya ada satu dia Andes. Tapi Andes pemain belakang,” keluhnya.

Dalam laga menghadapi tim Papua, dia hanya memiliki satu solusi terbaik. Karena semua kendala yang dihadapi tersebut bisa dijawab oleh pemain senior Sriwijaya FC (SFC) Ichsan Kurniawan.

Namun selama tim PON bertanding pemain seleksi Timnas senior itu pun tidak turun
karena cedera. Ichsan cedera engkel kaki kanan saat melakoni pertandingan pekan ke-19 Torabika Soccer Championship (TSC-A) saat Laskar Wong Kito berhasil mempermalukan Persib Bandung di Jakabaring skor 3-0 Sabtu, (10/9).

“Semoga dia sembuh! Karena kehadiran Ichsan sangat membantu sekali pengalaman dia di senior bisa menjadi roh lini tengah. Karena untuk mendapatkan emas kita harus menang disetiap laga,” pungkas dia. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.