Lagi, Kabupaten OKU Timur Sabet Rekor Muri, Ini Kategori yang Diraih

Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, SH, MH didampingi Bupati OKU Timur, HM Kholid MD menerima rekor Muri dalam kategori Inseminasi buatan terbanyak se-Indonesia.

Martapura, Sumselupdate.com – Rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) kembali diraih oleh Kabupaten OKU Timur melalui program dari Dinas Perikanan dan Peternakan. Kali ini rekor tersebut diraih dalam kategori Inseminasi buatan terbanyak se-Indonesia.

Dalam acara ini pula dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, SH, MH dan juga disaksikan oleh sejumlah investor.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini terpusat di lapangan Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, Kamis (27/2/2020).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Kanjeng Tubagus Sunarseno mengatakan, jadwal kegiatan pelaksanaan kegiatan sinkronisasi estrus dan inseminasi buatan ini dilaksanakan di dua puluh kecamatan.

Mulai dari tanggal 1 hingga 15 Januari 2020 serta akan dilakukan pemeriksaan kebuntingan sekaligus sebagai seleksi akseptor.

Sedangkan pada tanggal 9 hingga 15 Februari 2020 pelaksanaan sinkronisasi estrus akan dilakukan (penyuntikan hormon secara serentak) lalu pada tanggal 15 sampai 24 Februari 2020 dilakukan pelaksanaan inseminasi buatan.

“Akseptor yang digunakan pada kegiatan sinkronisasi estrus dan inseminasi buatan sebanyak 20 ribu ekor dengan target kelahiran, dan penambahan populasi sapi pada desember 2020 sebanyak 10 ribu ekor. Namun pada tahun 2019 sudah dilaksanakan kegiatan serupa dengan menggunakan akseptor sebanyak 1.673 ekor dan dilaksanakan di enam kecamatan,” jelasnya.

Kemudian di tempat yang sama, Bupati OKU Timur, HM Kholid MD menyampaikan, Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Perikanankan dan Peternakan sudah meneliti serta merintis kedaulatan ternak tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari populasi sapi potong di Sumsel. Kabupaten OKU Timur merupakan penyumbang terbesar yakni mencapai 25.58 persen jika dijumlahkan sebanyak 69.517 ekor dari jumlah populasi di Sumsel, sedangkan pada tahun 2918 ada 294.714 ekor.

“Kegiatan sinkronisasi estrus dan inseminasi buatan menjadi tolak ukur dari perkembangan peternakan OKU Timur khususnya dan Sumsel pada umumnya. Selain itu untuk mewujudkan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis pada pembangunan pertanian berkelanjutan, perkebunan, tanaman pangan, peternakan dan perikanan dapat terwujud sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru SH MH mengungkapkan, Kabupaten OKU Timur saat ini sudah mampu menunjukkan kemajuan dengan menonjolkan inovasi-inovasi di bidang peternakan dan pertanian.

“Kabupaten OKU Timur mencanangkan sebagai kabupaten lumbung pangan, terlihat saat ini sudah bertahap mampu menjadikan daerah sebiduk sehaluan ini sebagai lumbung pangan provinsi kemudian nasional, dan dalam program sinkronisasi estrus ini diharapkan dapat menjadi salah satu sebagai peningkatan perekonomian rakyat melalui peternakan,” jelas Deru. (mat)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.