Lagi, Dua Anggota Polres OKU Timur Dipecat dengan Tidak Hormat

Suasana upacara PTDH anggota Polres OKU Timur yang dilaksanakan di halaman Mapolres OKU Timur, Selasa (11/5/2021).

Laporan Rahmat Agusman

Martapura, Sumselupdate.com – Setelah sebelumnya Kepolisian Resort (Polres) OKU Timur melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap dua anggotanya pada Maret 2021.

Read More

Kini, dua orang anggota Polres OKU Timur Bripka AR dan Bripda SDT kembali dipecat dengan tidak hormat karena terlibat kasus narkoba dan pencurian.

Proses PTDH tersebut melalui upacara yang dilaksanakan di halaman Mapolres OKU Timur, Selasa, (11/5/2021).

Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon, SIK, MH dalam sambutannya menyampaikan, jika pemberhentian tidak dengan hormat ini dilakukan melalui proses persidangan yang sesuai dengan prosedur dan tidak diambil dalam waktu singkat.

Hal tersebut menurutnya demi kepentingan dan kebaikan organisasi. Terlebih keputusan PTDH diambil oleh pimpinan.

Ia juga mengatakan bahwa upacara PTDH ini merupakan wujud dan realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi hukuman bagi anggota yang melakukan pelanggaran baik disiplin maupun kode etik dan profesi Polri dalam rangka mewujudkan kedisiplinan dan soliditas internal yang baik.

“Sebagai Kapolres OKU Timur rasa berat dan sedih untuk melakukan upacara PTDH ini, karena imbasnya bukan hanya kepada yang bersangkutan, namun juga kepada keluarga besarnya. Untuk itu perlu kita ketahui bersama bahwa hal ini telah dilaksanakan melalui proses yang sangat panjang dan penuh pertimbangan, juga senantiasa berpedoman kepada koridor hukum yang berlaku,” ucapnya Dalizon.

Upacara PTDH ini, tambah Dalizon, sekaligus menjadi evaluasi bagi seluruh personel Polri untuk tidak melakukan pelanggaran, terlebih menurutnya kinerja Polri selalu menjadi sorotan masyarakat. Untuk itu perlu ditingkatkan.

“Saya minta dengan sungguh-sungguh dan dengan keikhlasan untuk tidak membuat atau menciderai institusi paling tidak jangan membuat pelanggaran itu sudah cukup bagi institusi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Bripka AR melanggar Pasal 13 Ayat (1) Pasal 14 Ayat (1) huruf b PP Nomor 1 Tahun 2003 dan/atau Pasal (1) huruf b,Pasal 11 huruf b, Pasal 11 huruf c dan Pasal 21 Ayat (3) d dan f Perkap nomor 14 Tahun 2011.

Sedangkan Bripka SDT melanggar Pasal 13 Ayat (1) PP Nomor 1 Tahun 2003 Pasal 11 huruf c dan/atau Pasal 21 Ayat (3) huruf d Perkap Nomor 14 Tahun 2011. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.