Lagi, Anggota Jatanras Polda Sumsel Grebek Warnet yang Menyediakan Judi Online

Direskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Anwar Reksowidjojo saat ungkap kasus perkara di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (1/9/2022).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Unit 5 Subdit III Jatanras Polda Sumsel kembali menggrebek sebuah warnet di daerah Seberang Ulu (SU) 1 Palembang yang menyediakan jasa perjudian online slot dan poker.

Bacaan Lainnya

Dalam penyergapan itu, petugas mengamankan enam orang, di mana satu di antaranya adalah pemilik warnet, Selasa (23/8/2022) malam.

Direskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Anwar Reksowidjojo saat ungkap kasus perkara di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (1/9/2022) mengatakan, warnet yang digrebek bernama Loly Net yang beralamat di Lorong Sungai Aur, SU 1, Palembang.

Menurut Kombes Pol Anwar, warnet Loly Net diduga menyediakan jasa  perjudian online jenis slot dan poker.

“Saat pengrebekan oleh anggota kami, warnet tersebut digunakan sebagai tempat perjudian online,” kata Kombes Pol Anwar Reksowidjojo didampingi Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika dan Kanit V AKP M Ikang Ade Putra.

Dalam kasus ini enam orang diamankan terdiri dari pemilik warnet Loly Net bernama Ernes (34), dan lima pemain yakni Hendri (39), Andre (39), Budi (34), Supriyadi (32), dan Taufik (22).

Dijelaskan modus dari kasus ini, pemilik menyediakan akun judi online yang dapat digunakan oleh pengunjung warnet-nya.

“Pemiliknya, menyediakan akun dan rekening untuk digunakan oleh para pelanggan warnetnya,”ucapnya.

Di mana pemilik warnet Loly Net tersebut juga menyediakan rekening untuk deposit dan juga penampungan kemenangan.

Dikatakannya, warnet tersebut sudah beroperasi tiga tahun terakhir ini, di mana per minggunya pelaku menerima keuntungan dua jutaan rupiah dari bisnis gelapnya ini.

“Setiap kali kemenangan dari pelanggannya tersangka E pemilik warnet akan memotong lima persen,” imbuhnya.

Dari tangan para pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa delapan unit PC, berupa cpu, layar monitor, dan keyboard, dan mouse, Serta terdapat satu buah buku tabungan atas nama Ernes, satu buah ponsel Nokia, uang yang menjadi modal senilai Rp 3.5 juta, dan uang Rp 470 ribu dari deposit pemain.

“Kita sangkakan pasal 303 KUHP Jo pasal 303bis KUHP dengan ancaman hukuman penjara sepuluh tahun,”ucapnya.

Sementara itu, dari pengakuan Ernes pemilik dari warnet Loly Net, ide menyediakan jasa perjudian online tersebut dari melihat warnet warnet lainnya.

“Saya waktu itu lihat warnet warnet yang sudah duluan,” ucapnya

Katanya dalam sehari ia bisa mendapatkan keuntungan ratusan ribu rupiah dari bisnis gelapnya itu.

“Pelanggannya rata rata temen di lorong itu, sehari bisa dapat dua ratus sampai tiga ratus ribu,” imbuhnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.