Klarifikasi Aksi Penganiayaan yang Viral, Ungkap Pria yang Dipukul Rupanya Pelaku Penggelapan Mobil

Writer: - Sabtu, 6 Juni 2026
Direktur PT Citra Putra Manggala melalui penasihat hukumnya Benny Murdani SH, melakukan konferensi pers yang digelar di Kopitiam Golf Palembang, pada Sabtu (6/6/2026). (Sumselupdate.com/Istimewa)

‎Palembang, Sumselupdate.com – Tengah ramai menjadi perbincangan di beberapa grup whatsapp yang menampilkan seorang pria dinarasikan melakukan penganiayaan, yang belakangan terungkap libatkan korban penggelapan truk senilai Rp300 juta.

Video yang ramai beredar itu disebut dilakukan oleh Junaidi yang rupanya merupakan pengusaha di Palembang.

Read More

Sebelum video viral itu beredar, Junaidi yang merupakan direktur PT Citra Putra Manggala membuat laporan polisi terkait dengan satu unit truk perusahaannya dibawa kabur oleh karyawan yang baru diterimanya satu hari.

‎Melalui Junaidi meluruskan narasi yang beredar melalui penasihat hukumnya Benny Murdani SH. ‎Benny menilai, potongan video yang beredar tidak menggambarkan peristiwa secara utuh sehingga menimbulkan kesalahpahaman terhadap kliennya.

‎Aksi tersebut terjadi lantaran kliennya berhasil menemukan kembali supir yang baru dikerjakannya satu hari tersebut.

‎“Perlu kami luruskan, narasi yang berkembang di media sosial seolah-olah klien kami adalah pihak yang melakukan penganiayaan tanpa sebab. ‎Faktanya, peristiwa ini berawal dari dugaan penggelapan mobil yang telah kami laporkan ke Polsek Sukarami,” kata Benny dalam konferensi pers yang digelar di Kopitiam Golf Palembang, pada Sabtu (6/6/2026).

Baca juga : Salah Paham Berujung Penganiayaan, Ibu Rumah Tangga Ini Lapor Polisi

‎Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat terduga pelaku melamar pekerjaan sebagai sopir di perusahaan milik Junaidi dan kemudian diterima bekerja.

‎Dalam hubungan kerja tersebut, yang bersangkutan disebut diberikan kepercayaan berupa kunci kendaraan serta uang operasional untuk bahan bakar.

‎Namun, kendaraan tersebut diduga tidak dikembalikan dan justru dibawa pergi tanpa izin. Mobil itu kemudian ditemukan di kawasan Desa Langkan, Kabupaten Banyuasin, melalui sistem pelacakan GPS.

‎“Mobil berhasil ditemukan kembali di wilayah Langkan melalui GPS,” ujarnya.

Baca juga : Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi! Dugaan Penganiayaan Viral, Polisi Lakukan Penyelidikan

‎Benny menyebut, setelah mengetahui kendaraan miliknya dibawa kabur, Junaidi sempat terpancing emosi.

‎Dalam kondisi tersebut, terjadi tindakan spontan yang berujung pada pemukulan terhadap terduga pelaku. ‎Meski demikian, ia menegaskan tindakan itu bukanlah perbuatan yang direncanakan, melainkan reaksi sesaat akibat tekanan emosional setelah merasa dirugikan.

‎“Itu murni reaksi sesaat karena emosi. Tidak ada niat atau perencanaan untuk melakukan penganiayaan,” tegasnya.

‎Benny juga menyayangkan beredarnya potongan video yang dinilai tidak utuh dan kemudian membentuk opini publik yang kurang tepat terhadap kliennya.

‎“Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara utuh dan berimbang, tidak hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial,” tambahnya.

‎Sementara itu, Junaidi turut memberikan penjelasan atas peristiwa tersebut. Ia mengaku menyesalkan kejadian yang terjadi dan menyebut dirinya berada dalam kondisi emosi sesaat saat insiden berlangsung.

‎“Saya menyesal atas kejadian itu. Saat itu saya emosi karena merasa sangat dirugikan dan kehilangan kendaraan, namun itu terjadi secara spontan,” pungkas Junaidi. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts