Kurir Shabu 3 Kg Hanya Dituntut 20 Tahun Penjara

Suasana sidang yang digelar secara virtual

Palembang, Sumselupdate.com – Dua kurir narkotika asal tangga buntung, terancam lolos dari hukuman mati kedua terdakwa Syawal Trisna dan Alvino, hanya Dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, 20 tahun penjara atas barang bukti narkotika jenis shabu seberat 3 kilogram, di PN Palembang.

Di hadapan Majelis Hakim yang diketahui hakim Dr Edy Terial, SH, MH, JPU Kejati Sumsel, Edy Susianto, SH, MH, menuntut kedua terdakwa secara virtual.

Read More

Dalam membacakan tuntutan, JP Kejati Sumsel, mengatakan bahwa kedua terdakwa tanpa hak atau melawan hukum melakukan pemufakatan jahat, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam  jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman jenis shabu beratnya melebihi 5 gram.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) jo 132 Ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut kedua terdakwa yakni Syawal dan Alvino dengan pidana penjara masing-masing selama 20 tahun denda 1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” kata JPU saat bacakan tuntutan.

Diberitahukan Dalam laman Sip PN Palembang, kejadian bermula  berawal Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel mendapat tugas dari pimpinan untuk melakukan pengawasan di Komplek Ramayana.

Sekitar kamis tanggal 30 September 2021 sekira pukul 13.00 Wib di saat Tim melakukan observasi.

Dan terlihat satu unit mobil jenis Kijang Krista BG-1925-AW melintas di Komplek Ramayana secara berulang-ulang, karena merasa curiga akhirnya.

Tim Reserse Narkoba Polda Sumsel langsung  memutuskan untuk menghampiri dan memberhentikan mobil tersebut ,yang pada saat itu mobil keluar dari Komplek Ramayana.

Pada saat dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan di dalam mobil tersebut ditemukan, Tim melihat  ada bungkusan paket yang terletak di bawah kaki salah seorang penumpang mobil tersebut dan saat ditanya kedua penumpang tersebut tidak bisa menjawab dan terlihat panik.

Selanjutnya Tim memanggil salah satu security Komplek Ramayana tersebut untuk menyaksikan pemeriksaan terhadap penumpang dan mobil tersebut dan Tim menyuruh penumpang tersebut untuk mengambil bungkusan paket tersebut untuk dibuka.

Kemudian secara bersama-sama bungkusan paket tersebut dibuka, saat dibuka terdapat 3 paket besar yang  berisi shabu dalam kemasan teh Cina warna hijau dengan berat bruto 3 Kg.

Saat diinterogasi kedua terdakwa tersebut  mereka menjelaskan bahwa para terdakwa yang menyuruh mengambil paket tersebut adalah Rian alias Yanto (DPO).

Mereka disuruh mengambilnya saja dari tempat penyimpanannya di balik pohon yang berada di dekat musholah Komplek Ramayana dan masih menunggu perintah dari Rian alias Yanto (DPO) akan diserahkan kepada siapa.

Kedua tersangka tersebut baru sekali ini melakukan perbuatan tersebut dan dijanjikan upah sebesar Rp.10.000.000,

Selanjutnya kedua terdakwa berikut barang bukti langsung diamankan di Polda Sumsel guna diproses lebih lanjut. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.