Kunjungi Markas UNWTO di Madrid, Ketua DPR Minta Dukungan Promosi Pariwisata RI

Ketua DPR RI Puan Maharani mengunjungi United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Headquarters di Madrid, Spanyol.

Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mengunjungi United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Headquarters di Madrid, Spanyol. Kunjungan ke markas besar Organisasi Pariwisata Dunia PBB itu dilakukan di sela-sela menghadiri Inter Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-143.

Kedatangan Puan bersama delegasi DPR RI disambut langsung Sekjen UNWTO, HE Mr Zurab Pololikashvili, Jumat (26/11/2021). Pada kesempatan itu, Puan menyampaikan dampak pandemi Covid-19 bagi pariwisata Indonesia yang berpengaruh terhadap sektor perekonomian nasional.

Read More

“Pandemi Covid-19 berdampak kepada banyak rakyat Indonesia yang hidupnya bergantung dari sektor pariwisata. Maka kunjungan kami ke UNWTO merupakan upaya DPR untuk mendapat masukan dan berdiskusi dalam upaya membuka kembali pariwisata Indonesia,” kata Puan.

Kepada Sekjen UNWTO, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini menyampaikan Indonesia mulai membuka kembali sektor pariwisata menyusul kondisi pandemi Covid-19 yang membaik. Menurut Puan, pembukaan sektor pariwisata di tiap-tiap daerah di Indonesia tergantung dari tingkat vaksinasi penduduk.

“Contohnya Bali yang 100% penduduknya sudah menerima vaksin dosis pertama. Indonesia terus menggiatkan vaksinasi sehingga diharapkan tahun depan telah mencapai target vaksinasi penuh bagi 208 juta penduduk yang menjadi target vaksinasi pada Maret 2022,” katanya.

Dikatakan, DPR RI terus melakukan pengawasan untuk pengembangan program pariwisata di Indonesia, salah satu dengan meminta masukan dari UNWTO.

Dia pun menyinggung soal pentingnya sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Termasuk untuk pengembangan sustainable tourism Indonesia yang membutuhkan dukungan PBB. Maka kami berharap dukungan dari UNWTO untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia di luar Bali seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, Danau Toba, dan lainnya,” tegas Puan.

Sebelum pembukaan IPU General Assembly ke-143, Puan juga sempat menjadi pembicara dalam forum anggota parlemen perempuan IPU yang digelar di IFEMA Palacio Municipal. Acara Forum Women Parliamentarian itu juga dihadiri oleh PM Spanyol Mr. Pedro Sanchez dan Presiden IPU, Mr. Duarte Pacecho.

Di awal diskusi panel, Puan melaporkan hasil The 13th Summit of Women Speakers of Parliament di Wina, Austria, yang digelar pada September lalu. Konferensi tersebut merupakan pertemuan para pimpinan parlemen perempuan di dunia.

Puan sekaligus membahas soal peran perempuan dalam masa pandemi Covid-19 dan paska pandemi yang dapat menuju kesetaraan gender.

Disampaikan Puan, wanita punya peranan besar dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Sebanyak 70% dari healthcare adalah perempuan. Mereka terus berada di garda depan dalam perjuangan melawan virus Covid-19. Perempuan yang memegang otoritas atau kekuasaan berperan penting menavigasi pada waktu yang sulit selama pandemi,”kata Puan.

Oleh sebab itu, perempuan perlu didorong  lebih baik dalam lembaga public dan private.

Ditambahkan, kesetaraan gender di parlemen juga merupakan langkah penting dalam kehidupan bermasyarakat di masa post pandemi Covid-19. Ia mengatakan, perlunya mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan karena hal tersebut juga akan mendorong pemulihan ekonomi yang adil.

“Diperlukan pula skema perlindungan sosial berbasis kesetaraan gender. Saat ini 60% perempuan di seluruh dunia tidak dicakupi oleh perlindungan sosial,” jelas Puan.

UNWTO dan DPR RI sepakat perlindungan sosial harus diubah untuk mendukung perempuan, terutama saat krisis.

Menyinggung soal isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, Puan mengatakan, perlu mendapat perhatian.

“Parlemen perlu mendorong dan memperkuat upaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kebijakan untuk mengatasi akar permasalahan adalah melalui pemberdayaan anak dan perempuan dengan akses yang setara terhadap pendidikan,” tuturnya.

Tak kalah penting, isu transformasi ekonomi dan masyarakat melalui perspektif gender pun ikut dibahas Puan. Menurut dia, pandemi Covid-19 telah membuka kesempatan untuk transformasi tersebut.

“Para Pimpinan Parlemen Perempuan sangat antusias untuk memimpin perubahan tersebut. Ini merupakan tugas Parlemen di seluruh negara dan juga semua gender untuk memimpin transformasi sistem global kita, untuk memastikan alokasi lebih adil terhadap sumber daya di satu negara dan kesempatan lebih adil di masa depan,” papar Puan. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.