Korupsi Dana Kemenpora, Kuasa Hukum Nilai Ada Dugaan Keterlibatan Saksi Zainal Abidin

Penasihat hukum terdakwa

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang dugaan korupsi dana bantuan Kemenpora pembangunan lapangan bola di lima desa Kecamatan Tiga Dihaji OKUS tahun 2015, yang menjerat tujuh terdakwa.

Adapun tujuh terdakwa lima di antaranya oknum Kades yakni Syamsul Bahri, Firman, Carles Martabaya, Asroni, untuk Zainal Muhtadin Camat Tiga Dihaji dan Akmal Jailani selaku pelaksana proyek.

Bacaan Lainnya

Dalam sidang ini JPU OKUS menghadirkan tiga orang saksi di hadapan Majelis hakim yang diketahui hakim Efrata Heppy Tarigan, SH, MH.

Ketiga saksi tersebut yakni Jon Kenedi bendahara Desa Sukamaju, Irhamni Kabid Dispora Sumsel serta Zainal Abidin pihak ketiga.

Dari keterangan saksi Zainal Abidin, mengakui adanya pembelian tiket kepada para kades untuk Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Kemenpora pusat, dengan tujuan agar ia dapat memenangkan proyek pembangunan lapangan sepakbola di lima desa senilai Rp 190 juta perdesa bersumber dari APBN tahun 2015.

Menanggapi keterangan saksi-saksi tersebut, Afif Batubara, SH, dan Arief Budiman, SH, penasihat hukum terdakwa Akmal Jailani dan Zainal Muhtadin menilai adanya dugaan unsur keterlibatan lebih lanjut dari keterangan saksi Zainal Abidin dalam perkara ini.

“Saksi Zainal Abidin ini kita menilai adalah orang yang mengurusi segala sesuatunya ke pihak Kemenpora, yang nyatanya tidak hanya untuk kabupaten OKUS, namun juga ternyata di daerah lainnya seperti di Ogan Ilir,” ujar Afif diwawancarai usai sidang.

Ditegaskan Afif, poin pentingnya adalah perkara ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkait adanya recofusing bantuan dana Kemenpora dengan saksi Zainal Abidin, namun Afif enggan berkomentar apakah saksi Zainal Abidin ini adalah aktor utama dalam perkara ini.

“Kita tidak punya kewenangan menjawabnya, namun fakta sebenarnya seperti itu, biarlah nanti majelis hakim yang bisa menilai sendiri,” ujarnya.

Ditambahkan Arief Budiman, dalam perkara ini kliennya juga telah sebagai Justice Collaborator (JC) yang dapat mengungkapkan siapa-siapa saja yang terlibat.

“Yang mau kita cari fakta siapa saja yang mendanai, yang menyuruh dan proyek ini untuk siapa, ini yang akan kita bongkar habis-habisan pada saat sidang dengan agenda keterangan terdakwa,” tutupnya. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.