Korupsi Dana Desa, Bapak dan Anak Pasrah Divonis 5 Tahun Penjara

Sidang virtual kasus korupsi Dana Desa.

Palembang, Sumselupdate.com – Kembali Kepala Desa di Sumsel, terjerat kasus dugaan korupsi dana desa. Kini giliran mantan Kepala Desa dan Bendahara Desa Banjar Negara Kabupaten Lahat, harus pasrah saat majelis hakim yang diketahui hakim Sahlan Effendi, SH, MH, memvonis bapak dan anak 4 dan 5 tahun penjara.

Kedua terdakwa Suldan Helmi dan Jaka Batara, terbukti korupsi dana desa senilai Rp 573 juta.

Bacaan Lainnya

Majelis hakim Sahlan Effendi, SH, MH, dalam sidang, mengatakan sependapat terkait jerat pidana sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lahat Ariansyah, SH.

Bahwa menurut majelis hakim kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi memperkaya diri sendiri, melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Tentang Tipikor.

“Menghukum para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing untuk terdakwa Jaka Batara selama 4 tahun dan Suldan Helmi 5 tahun dengan denda masing-masing sebesar Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan,” tegas Sahlan bacakan putusan pidana, di PN Tipikor Palembang, Selasa (22/2/2022).

Tidak hanya itu, kedua terdakwa juga dihukum dengan pidana tambahan berupa wajib membayar kerugian negara senilai Rp 573 juta, dengan ketentuan apabila tidak sanggup dibayar, maka diganti dengan pidana tambahan masing-masing selama satu tahun penjara.

Hal yang memberatkan, menurut majelis hakim bahwa perbuatan terdakwa selaku perangkat desa tidak mencerminkan contoh yang baik bagi warga masyarakat didesa Banjar Negara Kabupaten Lahat.

Vonis yang dijatuhkan tersebut, sedikit lebih rendah dari tuntutan JPU, di mana pada persidangan sebelumnya meminta agar keduanya dapat dipidana penjara masing-masing selama 5 dan 6 tahun penjara.

Usai mendengar vonis majelis hakim, kedua terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum Kejari Lahat, langsung menerima vonis tersebut. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.