Korupsi Bibit, Rekanan Distanak Muba Diganjar Tiga Tahun

Senin, 9 Mei 2016
VONIS-Terdakwa Adib Qodaryanta‎ mendengarkan vonis yang dibacakan majelis hakim, Senin (9/5).

Palembang, Sumselupdate.com – Terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan bibit tanaman buah-buahan dan pupuk organik di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Muba, Adib Qodaryanta (46), diganjar hukuman tiga tahun penjara, Senin (9/5).

Selain itu oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Kontraktor CV Linas Kontruksi yang menjadi rekanan Distanak Muba ini juga dihukum pidana denda sebesar Rp50 juta subsider empat bulan penjara.

Serta terdakwa dibebani uang pengganti kerugian negara sebesar Rp412.171.858 subsider pidana penjara selama satu tahun enam bulan. “Menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah telah menguntungkan diri sendiri, orang lain atau pun satu koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara,” ujar majelis hakim yang diketuai Saiman saat membacakan putusan.

Menurut majelis hakim perbuatan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Advertisements

“Atas putusan ini terdakwa maupun jaksa penuntut berhak menolak atau pikir-pikir selama satu pekan, bila tidak menentukan sikap maka dianggap menerima dan putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap,” tandasnya.

Berdasarkan dakwaan JPU Guntoro Jajang Saptodie, perbuatan yang dilakukan terdakwa terbukti bersalah karena terdakwa melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melakukan mark up sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp697.058.713.

Hal ini dilakukan terdakwa saat pengadaan bibit buah-buahan berupa durian montong, mangga dan sirsak serta pupuk organik pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Muba tahun 2014 dengan anggaran sebesar Rp2,3 miliar. (pto)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.