Kodam Kirim Pasukan Bantu Korban Banjir di Pulau Bangka

Suasana pelepasan pasukan dari Yonif 200/Raider untuk membantu korban banjir di Provinsi Bangka Belitung, Selasa (9/2).

Palembang, Sumselupdate.com

Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya Brigjen TNI Komaruddin Simanjuntak, SIP, MSc, Selasa (9/2), melepas 100 prajurit dari Yonif 200/Raider yang akan bertugas membantu menangani bencana banjir yang melanda di sejumlah wilayah di Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Bacaan Lainnya

Acara pelepasan pasukan itu dipusatkan di Dermaga Pelabuhan Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Selasa (9/2).

“Selain 100 prajurit Raider, Kodam II/Swj juga mengerahkan tim kesehatan dan tim Perbekalan dan Angkutan (Bekang), mereka tergabung dalam Satgas yang bertugas untuk membantu penanganan korban banjir,” kata Kasdam.

Menurut Brigjen Komaruddin, prajurit dikerahkan untuk membantu mengevakuasi masyarakat dan membuka dapur umum di lokasi pengungsian.

“Kita juga buka posko pelayanan kesehatan lengkap dengan dokter dari Kesdam II/Swj ,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir, menyebabkan beberapa wilayah di Provinsi Bangka Belitung terkepung banjir. Sungai-sungai yang berada di daerah tersebut meluap hingga menggenangi sawah-sawah, jalan raya dan rumah-rumah warga.

Beberapa daerah yang terendam banjir cukup tinggi yakni Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan, dan Kota Pangkalpinang.

Ketinggian air yang menggenangi di beberapa desa di wilayah kabupaten/kota tersebut rata-rata mencapai sekitar 50 – 150 sentimeter.

Terutama di Desa Benteng dan Jalan Raya Pangkal Pinang Koba pada Km 20, ketinggian air mencapai 150 sentimeter.

Pada bagian lain, Waka Pendam II/Swj Letkol Inf Drs Paiman mengatakan, menurut laporan yang diterima, sampai hari ini hujan masih turun di sebagian wilayah Bangka, mengakibatkan debit air belum turun dan aktifitas masyarakat terganggu.

Data kerugian material yang berhasil dihimpun sampai dengan saat ini, antara lain sejumlah 20 Ha sawah dan 110 unit rumah terendam air, 2 unit mobil hanyut terbawa arus dan 1 unit jembatan putus. “ Adapun untuk korban jiwa tidak ada,” ujar Letkol Paiman. (ril)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.