Teheran, Sumselupdate.com – Seorang komandan tinggi Iran memperingatkan bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat atau Israel terhadap infrastruktur Iran akan dibalas dengan serangan besar.
Pernyataan itu disampaikan Ali Abdollahi, panglima Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, pada Sabtu (4/4/2026), di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap melancarkan serangan “dahsyat dan berkelanjutan” terhadap seluruh aset militer AS di Asia Barat serta infrastruktur Israel jika terjadi agresi.
Menurut Abdollahi, Iran tidak akan ragu untuk membela kepentingan nasionalnya.
“Angkatan bersenjata tidak akan ragu sedetik pun untuk membela hak-hak negara dan melindungi aset nasional, serta akan menempatkan para agresor pada tempatnya,” ujarnya.
Peringatan tersebut muncul menjelang berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump terkait tuntutan kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Dalam unggahannya di media sosial Truth Social, Trump kembali menegaskan ancamannya kepada Iran.
“Ingat ketika saya memberi Iran waktu 10 hari untuk mencapai kesepakatan atau membuka Selat Hormuz. Waktu hampir habis,” tulisnya.
Sebelumnya, pada 21 Maret, Trump sempat mengancam akan menyerang dan menghancurkan fasilitas energi Iran jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Namun, rencana itu sempat ditunda setelah adanya komunikasi antara kedua pihak.
Situasi ini terjadi di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran dan sekutu regionalnya dengan serangan ke sejumlah target Israel dan kepentingan AS di kawasan.
Ketegangan yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan strategis tersebut.
(**)











