Beijing, Sumselupdate.com – Lembaga survei perilaku ekonomi Goldman Sachs mengungkapkan data terbaru mengenai perkembangan ekonomi di China, khususnya terkait dengan perilaku para pekerja kelas ekonomi menengah.
Saat ini, angka 770,4 juta orang menunjukkan kelas pekerja di China dan merupakan total angkatan kerja terbesar di dunia. Namun, dari jumlah tersebut menurut Goldman Shacs, jumlah kelas menengah yang mendominasi pasar konsumsi hanya sekitar 2 persen saja.
Dikutip dari kompascom, Goldman Sachs memprediksi 387 juta pekerja perkotaan mendapatkan 2.000 dollar AS per tahun. Sementara pengeluaran rata-rata per hari sebesar 7 dollar AS. Masih lebih sedikit ketimbang dengan pekerja kelas menengah di Amerika Serikat.
Kebutuhan untuk makan dan pakaian mencapai separuh dari pengeluaran pribadi. Lalu sebanyak 9,2 persen dialokasikan untuk rekreasi seperti perjalanan wisata, makan di restoran, olahraga dan video game. Sementara rata-rata pekerja AS menghabiskan 97 dollar AS per hari, dengan sebanyak 17,3 persen di antaranya untuk rekreasi.
Wisata ke negara lain baru dinikmati segelintir warga China, tapi mereka belanja banyak. Saat ini baru 4 persen warga China yang memegang paspor, dibanding 35 persen di AS. Tapi, 4 persen warga China tersebut menghabiskan sekitar 200 miliar dollar AS untuk belanja di luar negeri, menurut Goldman Sachs.
Kelas menengah China juga suka musik. Warga China akan menghabiskan 86 dollar AS per tahun untuk aktivitas yang berkaitan dengan musik. Sementara warga AS menghabiskan 152 dollar AS per tahun.
Menurut Nielsen, 66 persen konsumen China menggunakan layanan streaming musik. Sementara di AS sebesar 75 persen.
Kelas menengah China juga menyukai belanja online. Belanja online di China mencapai 16 persen atau 672 miliar dollar AS dari total pembelanjaan nasional, dan sebagian pembelanjaan berasal dari mobile, menurut studi e-Marketer.
Di 2013, pasar China berkontribusi 35 persen dari total belanja online di dunia. Di 2018, diestimasi pembelanjaan warga China untuk belanja online akan melampaui semua pembelanjaan online di dunia, atau sekitar satu tiap pembelanjaan lima yuan di China.
Kelas menengah China juga membelanjakan uangnya di sektor kesehatan. Antara 2004-2011, pembelanjaan kesehatan pribadi naik dua kali lipat, atau naik menjadi 102,25 dollar AS per orang dari sebelumnya 51,05 dollar AS per orang.
Penyebabnya, mereka bertambah kaya dan kebijakan pemerintah yang meningkatkan kesadaran akan kesehatan.
Penjualan vitamin dan suplemen diet terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan riset pasar Mintel memprediksi penjualan vitamin dan suplemen makanan akan mencapai 5,3 miliar di 2017, atau naik 214 persen dari 10 tahun sebelumnya. (adm3)











