Keji, Oknum Pelajar di Muratara Bunuh dan Perkosa Bocah Saat Jadi Mayat, Ternyata Ini Pemicunya

Tersangka AW saat diamankan di Polres Muratara, Minggu (27/9/2020).

Laporan: Marwan Ashari

Muratara, Sumselupdate.com – Sungguh keji dan tak berprikemanusiaan perbuatan yang dilakukan oknum pelajar bernisial AW (18), warga Kecamatan Nibung, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)

Bacaan Lainnya

Tersangka tega membunuh Bunga (10) sebut saja demikian namanya. Tak hanya dihabisi nyawanya, bocah malang diperkosa pelaku saat sudah menjadi mayat.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (24/9/2020) sekitar pukul 07.30 WIB di kebun karet tak jauh dari kediaman pelaku dan korban.

Korban tewas akibat dianiaya pelaku dengan cara memukul tengkuk sebanyak dua kali.

Tidak cukup sampai di situ, pelaku juga  membenturkan kepala korban ke pohon karet sebanyak tiga kali hingga akhirnya tewas.

Akibat dari perbuatan durjananya, pelaku diamankan dan kini dijebloskan ke dalam sel penjara, Sabtu (27/9/2020).

Kapolres Muratara AKBP Adhi Witanto menerangkan kasus ini terkuak setelah warga menemukan mayat korban di kebun karet.

”Begitu mendapat laporan dari warga, anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan didapati korban sudah meninggal dunia dan dalam kondisi tanpa memakai busana. Selanjutnya anggota langsung memeriksa saksi-saksi. Dan dari keterangan saksi yang melihat korban terakhir kalinya bersama dengan pelaku,” ujarnya, Minggu (28/09/2020).

Dari keterangan saksi ini, petugas mengintensifkan penyelidikan dan kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku dua hari setelah peristiwa pembunuhan tersebut.

Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti satu potong papan panel dgn panjang sekitar 80 sentimeter yang ada bercak darah korban.

Satu pasang baju dan celana tidur milik korban, satu helai celana dalam milik korban, satu pasang sandal milik korban, satu helai celana jeans milik pelaku, dan satu helai handuk milik pelaku.

Kapolres mengatakan, dari pengakuan tersangka, peristiwa pembunuhan ini sendiri terjadi pada Kamis (24/9) sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat itu, korban hendak menyusul ibunya ke kebun dengan berjalan kaki sembari membawa bungkusan karung berisi sembako.

Di tengah jalan korban bertemu dengan pelaku. Kemudian  tersangka mendekati dan menanyakan keberadaan ibu korban.

Namun korban marah. Lalu pelaku langsung menyeret korban ke dalam kebun karet dan memukuli tengkuk korban menggunakan papan panel sebanyak dua kali.

Setelah itu pelaku langsung membenturkan kepala korban ke batang karet sebanyak tiga kali, sehingga korban meninggal dunia.

”Setelah itu pelaku menyetubuhi korban. Seterusnya pelaku meninggalkan korban. Pada saat diamankan anggota, pelaku tanpa melakukan perlawanan,” jelasnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pengakuan dari pelaku membunuh korban dikarenakan ada dendam dengan ibu korban.

Dikarenakan pelaku sering dimarahi ibu korban. Sebab pelaku sering mencuri di rumah korban. Padahal dari statusnya masih memiliki hubungan keluarga. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.