Palembang, Sumselupdate.com – Warga yang berada di kawasan Jalan KH Ahmad Dahla, RT 33, RW 13, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), Palembang, Provinsi Sumatera Selatan mendadak heboh.
Pasalnya, di salah satu ruko di kawasan tersebut yang digunakan sebagai salon, ditemukan sesosok mayat dengan bersimbah darah.
Belakangan diketahui mayat tersebut bernama Badik alias Cika (25), warga Tanjung Raja, Ogan Ilir (OI). Cika merupakan salah satu karyawan yang bekerja di Kiki salon tersebut.
Hotom alias Kiki (25), pemilik salon tersebut yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut. Saat itu dia membuka pintu dan sudah melihat darah berceceran dari dalam kios ruko miliknya tersebut.
“Baru dibuka tadi pagi. Memang terkunci, tapi sayakan ada anak kunci lainnya. Lalu saya buka. Saya kaget, saya melihat darah, tapi orangnya tidak lihat, lalu saya melapor ke polisi,” terangnya
Kiki mengatakan, Cika merupakan kenalan barunya. Baru sebulan terakhir, Cika bekerja di salon milik Kiki tersebut.
Bahkan tak hanya bekerja, Kiki memberikan mandat Cika untuk menginap salonnya tersebut.
“Memang dia tinggal di salon ini. Saya baru kenal juga Pak,” kata warga Jalan Lematang 1, Kelurahan Talang Jambi, Kecamatan Sukarami ini.
Sebelum kejadian ini, terakhir kali Kiki bertemu dengan Cika ini malam sebelum kejadian. Pada Senin (15/1) malam, Kiki menutup salonnya tersebut dan meninggalkan Cika di dalam salon.
“Sekitar 21.30 kami semalam tutup. Biasanya kami buka sekitar pukul 08.00 atau 09.00 ya, tapi tadi bukanya agak siang. Orang-orang disini juga pada tidak tahu ada kejadian ini,” ujar Cika.
Cika menyebutkan, ia sudah sekitar tiga tahun membuka salon di kios ruko tersebut. Cika pun mengaku, selama ini di salonnya tersebut dalam keadaan aman-aman saja.
“Biasanya aman saja. Saya sudah beberapa kalikan ganti anak buah, tidak ada apa-apa. Saya juga tidak tahu ya, apakah Cika ini ada musuh,” terangnya.
Sementara kakek korban, Cek Naning (75), warga Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Sukarami ini mengatakan, terakhir kali ia bertemu dengan Cika ialah saat malam sebelum kejadian.
“Semalam (Senin malam) saya ketemu. Dia sama teman-temannya, katanya mau nonton orgen ya,” ujarnya.
Naning mengatakan, Cika merupakan anak tunggal di keluarganya. Menurut Naning, Cika selama ini memang selalu hidup berpindah-pindah, sementara orang tuanya tinggal di kawasan Ogan Ilir.
“Dia ini anak satu-satunya. Tapi memang selama ini dia tidak pernah tinggal sama orang tuanya. Tinggalnya di salon-salon orang itu. Saya pikir tidak ada musuh dia ini,” katanya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, saat ini anggotanya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan langsung membawa jenazah ke RS Bhayangkara.
“Dilihat dari kondisinya. 90 persen korban ini meninggal karena dianiaya. Untuk motif lain, belum kita temukan, karena kita juga masih selidiki barang-barang apa saja yang hilang,” tegasnya.
Yon menjelaskan, saat ini anggotanya telah mengamankan barang bukti berupa kain serta tabung gas yang diduga digunakan untuk membunuh korban.
“Kita sudah amankan beberapa barang bukti, namun kita belum bisa mendeskripsikan bagaimana kejadiannya. Kita juga sudah mengambil keterangan dari pemilik salon ini ya,” jelasnya. (tra)











