Pupus Harapan, Honor GTT/ PTT 6 Bulan Tak akan Dibayar

Selasa, 16 Januari 2018
Ilustrasi Guru Honorer

Baturaja, Sumselupdate.com –  Nasib tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di tingkatan sekolah menengah atas yang honornya macet alias belum dibayarkan selama setengah tahun (Juli – Desember 2017 lalu), tampaknya benar-benar tak dibayar.

Betapa tidak, honor yang menjadi hak mereka selama dua triwulan tersebut, hangus begitu saja alias tak dapat dibayar lagi. Penyebabnya lantaran Pemerintah Provinsi Sumsel mengalami defisit anggaran.

Read More

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komite SMAN Peninjauan kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Syaiful Amin SH, berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) pihaknya dengan Komisi V DPRD Provinsi Sumsel dan Dinas Pendidikan (Disdik) di Ruang Rapat Komisi V, baru-baru ini (12/01).

“Hasil rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPRD Sumsel bahwa honor GTT/ PTT triwulan (TW) III (Juli-Sept ’17) dan TW IV (Okt-Des ’17) tidak dapat dibayar lagi, karena Defisit Anggaran,” beber Syaiful Amin, SH, Selasa (16/1/2018).

Kabar baiknya, lanjut dia, bahwa untuk tahun anggaran (TA) 2018, honor GTT/ PTT dari Dana Program Sekolah Gratis (PSG) sudah dianggarkan dalam APBD Provinsi Sumse 2018. “Itu tinggal menunggu persetujuan Mendagri,” imbuhnya.

Selain itu, diungkapkan Syaiful, bahwa ada dana kesejahteraan untuk GTT Rp1,8 juta perbulan dalam anggaran 2018 diluar honor dari PSG.

“Syaratnya, SK GTT harus dari Bupati,” ujarnya seraya menyebut bahwa SK GTT yang ada sekarang berasal dari Kepsek.

Diketahui, bahwa pihak komite sekolah SMAN 7 OKU bertolak ke Palembang menemui komisi V DPRD Sumsel pada 12 Desember lalu, guna menyampaikan aspirasi mengenai nasib tenaga GTT/ PTT yang honornya macet selama setengah tahun. Terhitung Juli hingga Desember 2017.

Namun jauh sebelum hal tersebut dilakukan, pihak komite sekolah SMAN 7 OKU yang dimotori Syaiful Amin ini sempat rapat dan menemui Komisi I DPRD Ogan Komering Ulu (OKU).

Syaiful sendiri sebetulnya menyadari bahwa persoalan tersebut tidak hanya menimpa di SMAN 7 OKU saja. Hampir sekolah jenjang menengah ke atas di wilayah Sumsel, juga mengalami hal tersebut.

“Ini bentuk keprihatinan kami dengan kondisi tersebut. Makanya kami berinisiatif untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut dengan berusaha menyampaikan aspirasi GTT-PTT ini kepada berbagai pihak yang berwenang,” tandasnya. (wid) 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts