Kakek Cabul Diamankan Polres PALI, 3 Anak Jadi Korban

Kakek dengan inisial R, diamankan Polres PALI karena melakukan pencabulan pada tiga anak di bawah umur.

PALI, Sumselupdate.com – Bukannya perbanyak ibadah diusia yang sebenarnya sudah bau tanah, kakek R (76) yang merupakan mantan guru ngaji justru tega melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Bahkan parahnya lagi, salah satu dari tiga korban yang dari aksi tak bermoralnya, dilakukan kepada cucu tersangka itu sendiri.

“Iya pak benar, salah satu korban masih ada hubungan keluarga dengan saya, cucu tapi bukan cucu kandung,” kata tersangka R, saat diinterogasi Kapolres PALI, AKBP Rizal Agus Triadi, SIk, Senin (19/9/2021).

Read More

Tersangka R juga menuturkan jika aksi bejatnya kepada korban, dilatarbelakangi akibat tidak memiliki hasrat kepada sang istri lagi. Bahkan diakui tersangka, dirinya sudah lama tidak berhubungan badan dengan sang istri.

“Istri saya usianya 55 tahun pak. Namun saya sudah tidak nafsu lagi. Saya mengiming-imingi para korban dengan uang Rp10.000,” sambung pria yang sudah empat tahun tidak mengajar ngaji lagi.

Ditambahkannya, aksi pelecehan seksual dirinya kepada korban, dilakukan di tiga tempat berbeda, yakni kamar mandi, kebun karet, dan bawah rumah panggung.

“Hanya memegang bagian intim para korban. Saya khilaf dan menyesal pak,” tutup kakek 15 orang cucu dan tiga orang cicit itu.

Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi SIK, saat menggelar press release, Senin (20/9/21), yang menghadirkan tersangka R mengatakan, tersangka mencoba kabur ketika aksinya terbongkar.

“Pelaku ditangkap di Desa Betung kecamatan Abab, diduga pelaku hendak melarikan diri ke Rantau Bayur kabupaten Musi Banyu Asin. Pelaku kita bawa ke Mapolres PALI guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkap Kapolres.

Ditambahkan Kapolres bahwa modus tersangka adalah dengan mengimingi korban dengan uang jajan sebesar Rp10.000, dan Kapolres juga menegaskan bahwa pelaku merupakan sorang petani, dan bukan guru ngaji korban.

“Korban diajak tersangka ke tempat sepi dengan memberikan uang Rp10.000. Lalu saat di tempat sepi, tersangka memegang alat kelamin korban. Tersangka bukan merupakan guru ngaji korban, mungkin saja pernah menjadi guru ngaji,” jelasnya.

Kapolres berharap kejadian itu untuk terakhir kalinya karena sudah tiga kali terjadi di kabupaten PALI kasus serupa.

“Kepada masyarakat harus menjadikan pelajaran atas terjadinya kasus ini. Jaga anaknya, awasi anaknya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk korban aksi kakek tua ini kita lakukan pendampingan untuk memulihkan psikologinya,” tandasnya. (azr)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.