Jerman Bantu Tenaga Ahli Jerman untuk 30 Universitas Muhammadiyah

Selasa, 12 Januari 2016

Jakarta, SU – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengajaran dan riset ilmiah, sekitar 30 Universitas Muhammadiyah di Indonesia akan mendapat bantuan tenaga ahli dari pemerintah Jerman. Bantuan ini pun mendapat tanggapan positif dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Ini penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda kita di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” ujar Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Suyatno pada Lokakarya Sosialisasi Bantuan Tenaga Ahli Jerman di Jakarta, Senin (11/1/2016). Menurut Suyatno, bantuan Jerman ini diberikan kepada universitas di negara-negara yang memiliki potensi besar, dalam bentuk tenaga ahli. Gajinya dibiayai pemerintah Jerman, sedangkan perguruan tinggi setempat (Muhammadiyah) dalam bentuk akomodasi.

Suyatno melanjutkan, bentuk tenaga ahli itu bisa merupakan ahli dalam hal pengajaran, praktik lapangan, riset dan jurnal, hingga bidang kepemimpinan yang memang dibutuhkan para dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi Muhammadiyah. Kerjasama ini juga dinilai sejalan dengan gerakan peningkatan kapasitas Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang kini sedang menjadi prioritas Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah.

Bacaan Lainnya

Ia pun mengimbau, agar sekitar 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah di daerah-daerah segera menindaklanjuti penandatanganan MoU dengan Senior Experten Service (SES) yang berpusat di Bonn Jerman ini.

Para wakil dari PTM itu antara lain dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Malang, Surabaya, Ponorogo, Sidoarjo, Kudus, Purwokerto, Tangerang, Palembang, Bengkulu, Batam, Palangkaraya, Banjarmasin, Gorontalo, serta Universitas Muhammadiyah Kendari.

Pada kesempatan yang sama, Konsuler Kerja Sama Pembangunan Kedubes Jerman di Jakarta Deniz Sertcan mengatakan, Jerman telah lama bekerja sama dengan Indonesia dan berkomitmen terus melanjutkannya, termasuk dalam bidang pendidikan.

“Kami mengajak Muhammadiyah karena organisasi ini sudah dikenal sebagai organisasi yang sejak lama memberi pendidikan kepada jutaan rakyat Indonesia,” katanya (shn).

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.