Teheran, Sumselupdate.com — Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi memperingatkan negara-negara di kawasan Asia Barat agar tidak memberikan bantuan maupun fasilitas kepada militer Amerika Serikat (AS).
Peringatan tersebut disampaikan Abdollahi melalui unggahan di media sosial pada Rabu (19/8). Ia menegaskan bahwa Iran terus memantau setiap pergerakan militer di kawasan tersebut.
“Kami memperingatkan bahwa memberikan bantuan atau fasilitas apa pun kepada Angkatan Darat AS yang agresif merupakan bentuk keterlibatan dengan pasukan militer AS,” kata Abdollahi.
Pemerintah Iran sebelumnya berulang kali menyatakan tidak memiliki permusuhan dengan negara-negara di kawasan Asia Barat. Namun, Teheran menegaskan setiap lokasi di kawasan tersebut yang digunakan sebagai sumber serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai sasaran yang sah bagi angkatan bersenjata Iran.
Ketegangan antara Iran, Israel, dan AS meningkat setelah Israel dan AS melancarkan serangan gabungan pada 28 Februari terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran.
Serangan tersebut, menurut laporan Iran, menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer dan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan sejumlah gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel serta pangkalan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.
Konflik tersebut kemudian berakhir dengan tercapainya gencatan senjata pada 8 April. Selanjutnya, pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang disebut bertujuan mengakhiri perang di seluruh front, termasuk Lebanon.
Meski demikian, pernyataan terbaru Abdollahi menunjukkan bahwa Teheran masih menaruh perhatian serius terhadap aktivitas dan dukungan militer AS di kawasan Asia Barat.
Iran menilai keterlibatan negara-negara kawasan dalam memberikan fasilitas kepada militer AS dapat dianggap sebagai bagian dari keterlibatan dalam aktivitas militer Amerika Serikat.
(**)











