PBB Salurkan Rp2,87 Triliun untuk Bantu 12 Negara yang Dilanda Krisis Kemanusiaan

Writer: - Minggu, 4 Oktober 2026
Para pengungsi duduk di bawah tenda yang terbuat dari kayu dan kain di Tawila, Darfur Utara, Sudan, pada 8 Agustus 2025. (Program Pangan Dunia PBB/Xinhua)

PBB, Sumselupdate.com — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengalokasikan dana darurat sebesar 160 juta dolar AS atau sekitar Rp2,87 triliun untuk membantu 12 negara dan kawasan yang tengah menghadapi kebutuhan kemanusiaan mendesak.

Dana tersebut disalurkan melalui Central Emergency Response Fund (CERF), yang dikelola Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). Pengalokasian dana diumumkan pada Jumat (2/10).

Read More

OCHA menyebutkan, sebanyak 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,69 triliun dialokasikan untuk membantu masyarakat di Afghanistan, Burkina Faso, Kamerun, Chad, Kuba, Mali, Niger, wilayah Palestina yang diduduki, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, dan Yaman.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan penyelamatan jiwa di wilayah yang mengalami krisis kemanusiaan dan membutuhkan penanganan segera.

Selain itu, PBB mengalokasikan tambahan dana sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar Rp179,4 miliar untuk memenuhi kebutuhan mendesak penyandang disabilitas di 12 situasi darurat kemanusiaan.

Dana tambahan tersebut juga digunakan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat diakses secara lebih mudah, inklusif, dan tidak mengabaikan kelompok rentan.

OCHA mengatakan, alokasi dana darurat itu merupakan bagian dari upaya lebih luas PBB untuk menjangkau sekitar 87 juta orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan paling mendesak sepanjang tahun ini.

Under-Secretary-General PBB untuk Urusan Kemanusiaan sekaligus Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, mengatakan tambahan pendanaan tersebut akan membantu menjangkau masyarakat yang berisiko tidak mendapatkan bantuan.

“Dana baru yang diterima hari ini akan membantu kami menyalurkan bantuan kepada orang-orang yang, tanpa bantuan ini, mungkin akan terabaikan,” kata Fletcher.

Namun, menurut Fletcher, pendanaan saja tidak cukup untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang terjadi di berbagai wilayah.

Ia mendesak para pemimpin dunia menunjukkan kemauan politik untuk membuka akses bantuan, menghilangkan berbagai hambatan, serta memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang kehidupannya terancam.

OCHA juga memasukkan Afghanistan, wilayah Palestina yang diduduki, Sudan Selatan, Sudan, dan Yaman sebagai lima dari 10 lokasi yang saat ini menghadapi situasi darurat kemanusiaan paling serius.

Fletcher sebelumnya menyerukan tindakan diplomatik segera di wilayah-wilayah tersebut untuk memastikan akses bantuan kemanusiaan sekaligus membantu menjangkau sekitar 11 juta orang dari total 87 juta penerima bantuan yang menjadi prioritas PBB tahun ini.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan kemanusiaan terus meningkat, sementara akses bantuan di sejumlah wilayah masih menghadapi berbagai kendala.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts