Kabut Asap Palembang Makin Tebal, Jarak Pandang Kian Terbatas, 4 Wilayah Masuk Kategori Berbahaya

Writer: - Minggu, 4 Oktober 2026
Kualitas udara Kota Palembang pada Minggu (4/10/2026) pagi semakin memburuk. Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah wilayah kota sehingga jarak pandang dan aktivitas warga turut terdampak. (Foto; Sumselupdate.com/MUhammad Lubis)

Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, semakin memburuk pada Minggu (4/10/2026) pagi. Kabut asap terlihat semakin tebal dan membuat jarak pandang di sejumlah wilayah nyaris tidak terlihat alias kian terbatas.

Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pada pukul 06.00 WIB, empat titik pemantauan kualitas udara di Palembang tercatat berada pada kategori berbahaya.

Read More

Nilai indeks kualitas udara (AQI) yang terpantau yakni Sukarami sebesar 882, Musi 2 Palembang 1.129, Demang 1.017, dan GP Plm 1.079.

Kondisi tersebut menunjukkan buruknya kualitas udara di Palembang pada pagi hari. Pekatnya kabut asap juga membuat jarak pandang sangat terbatas, bahkan dari pantauan di lapangan jarak pandang disebut tidak terlihat.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara masih berada pada kategori berbahaya.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan polutan dari kabut asap.

Kondisi udara yang memburuk tidak hanya berisiko bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan, tetapi juga dapat berdampak terhadap masyarakat secara umum apabila paparan polusi berlangsung terus-menerus.

Masyarakat diminta terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kembali memburuk.

“Kondisi kualitas udara masih perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk dan selalu menggunakan masker,” jelasnya.

Sementara itu, kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Palembang pada Minggu (4/10/2026) masih ditiadakan di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.

Peniadaan CFD menjadi salah satu langkah untuk mengurangi aktivitas masyarakat di ruang terbuka ketika kabut asap masih pekat dan kualitas udara berada pada level berbahaya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat Palembang diharapkan tidak mengabaikan kondisi udara pagi ini. Penggunaan masker, membatasi aktivitas di luar rumah, serta memantau informasi kualitas udara menjadi langkah penting selama kabut asap masih menyelimuti kota.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts