Palembang, Sumselupdate.com – Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta sekolah di wilayahnya kembali mempertimbangkan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah kondisi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat.
Ratu Dewa mengatakan keputusan mengenai metode pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi kualitas udara terkini. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi kesehatan siswa dari paparan kabut asap.
“Keputusan mengenai pelaksanaan pembelajaran harus mempertimbangkan kondisi udara terkini,” kata Ratu Dewa di Palembang, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, sejumlah sekolah sebelumnya sempat menerapkan pembelajaran daring ketika kualitas udara memburuk. Namun, saat ini beberapa sekolah telah kembali melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.
“Beberapa waktu lalu sempat belajar daring, namun saat ini sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan sistem luring atau tatap muka secara langsung,” ujarnya.
Ratu Dewa meminta pihak sekolah bersama komite sekolah kembali membahas kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing. Hasil pembahasan tersebut nantinya dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran yang paling sesuai.
“Hasil pembahasan nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan apakah kegiatan belajar mengajar secara tatap muka tetap dilanjutkan atau kembali dilakukan dari rumah,” katanya.
Kesehatan Siswa Jadi Pertimbangan
Ratu Dewa menegaskan kondisi kesehatan siswa harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di tengah kabut asap.
Imbauan tersebut disampaikan setelah kualitas udara Palembang dilaporkan berada pada kategori berbahaya. Kondisi tersebut juga terjadi ketika kasus ISPA di Palembang mengalami peningkatan.
Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 17.434 kasus ISPA sepanjang September 2026, menjadi angka bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.
Selain meminta sekolah mengevaluasi kembali metode pembelajaran, Ratu Dewa mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih buruk.
“Saya mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan supaya tidak terpapar kabut asap. Jika terpaksa harus ke luar rumah, sebaiknya menggunakan masker,” ujarnya.
Ia mengatakan penggunaan masker terutama diperlukan apabila kondisi kabut asap dan pencemaran udara telah melampaui ambang batas dalam waktu yang terus-menerus.
Dengan kondisi udara yang masih berubah-ubah, pihak sekolah dan komite diharapkan terus memantau kualitas udara sebelum menentukan pelaksanaan pembelajaran tatap muka maupun PJJ.
Sebelumnya, Pemkot Palembang juga telah menyiapkan layanan untuk menangani dampak Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan paparan kabut asap di 18 kecamatan.
(**)







