Jelang Puasa, Harga Sembako di PALI Mulai Meroket

Minggu, 14 Mei 2017
Aktivitas jual beli di Pasar Desa Babat.

PALI, Sumselupdate.com – Menjelang bulan suci Ramadhan, sejumlah harga kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Kabupaten PALI sudah mulai meroket.

Seperti yang terpantau di Pasar Tradisional Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, untuk harga bawang putih naik menjadi Rp50.000 per kg dari harga sebelumnya hanya Rp35.000 per kg. Bahkan, di Pasar Desa Babat, Kecamatan Penukal, harga komoditi bawang putih sudah meroket tajam hingga menyentuh angka Rp70.000 per kg.

Read More

Tidak hanya itu, beberapa komoditi lain juga mengalami kenaikan, seperti daging ayam yang sebelumnya Rp26.000 per kg menjadi Rp30.000 per kg dan cabe merah yang sebelumnya Rp28.000 per kg menjadi Rp35.000 per kg.

Sama halnya harga daging ayam yang terpantau di Pasar Kalangan Desa Babat, Kecamatan Penukal yang di gelar setiap hari Minggu dijual Rp28.000 per kilogram, padahal Minggu sebelumnya hanya Rp22.000 per kilogram.

Begitu juga  dengan harga cabe merah, biasanya dijual dikisaran Rp25.000-30.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp 40.000 per kilogram dan sejumlah bahan pokok lain, seperti gula putih, telur, tepung terigu dan minyak sayur secara perlahan mengalami kenaikan.

“Memang dari pengepulnya sudah naik pak, jadi kami juga jual sesuai pasaran,” ucap Fitri (28), salah satu pedagang ayam di Pasar Kalangan Desa Babat, Minggu (14/5/2017).

Keadaan ini membuat masyarakat mengeluh, karena di tengah harga getah karet yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat Kabupaten PALI sedang anjlok, masyarakat terpaksa mengeluarkan biaya lebih untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

“Tambah parah sekarang ini, harga getah murah, sementara harga kebutuhan pokok terus naik, terpaksa kami harus ekstra ketat mengatur keuangan keluarga,” ujar Sumi, salah satu pengunjung pasar.

Tidak hanya itu, Nurlela, warga Gang Masjid, Pendopo juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya pemerintah sepertinya ingin melihat warganya menderita.

Iyo nian, awak sudah tahu kalu setiap tahun harga sembako menjelang puaso samo lebaran naik. Ini bukannya disidak atau disurvey. Malah ngedem (diam bae). Seolah-olah nunggu nian hargo sembako naek baru turun tangan, terus dapat namo baik,” keluhnya dengan penuh emosi.

Dirinya menilai, dengan mengadakan pasar murah itu bukan solusi. Karena, hanya orang-orang tertentu yang dapat menikmatinya. “Kalau pasar murah, cuma orang-orang itu saja. Istri pejabat, oknum panitianya lah yang tahu. Jadi tidak merata. Tapi kalu dengan sidak ke pedagang baru itu solusi yang tepat,” tegasnya.

Sementara itu, Lihan Umar, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten PALI melalui Sekretaris Dinas Razulik mengatakan untuk menekan harga kebutuhan pokok jelang puasa dan jelang hari Raya Idul Fitri pihaknya akan menggelar pasar murah.

“Awal puasa dan jelang lebaran kami akan adakan pasar murah di tiap kecamatan. Ini kita lakukan untuk menekan harga kebutuhan pokok yang biasa terjadi ketika akan memasuki puasa dan lebaran,” tandasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts