Jelajah Goa Bunker Peninggalan Belanda di Lawang Wetan

Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muba menelusuri Bunker Peninggalan Belanda di, Desa Laqang Wetan, Muba.

Sekayu, Sumselupdate.com – Kisah atau sejarah mengingatkan kita akan suatu peristiwa. Di mana peristiwa itu akan meninggalkan suatu kenangan di suatu tempat.

Oleh karena itu, sebagai pendengar kisah dan sejarah Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muba menelusuri Bunker Peninggalan Belanda di Muba.

Bacaan Lainnya

Gua peninggalan Belanda di Desa Lawang Wetan, Musi Banyuasin

Pokdarwis mengunjungi tempat sejarah yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan (15/10/2020) peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia.

Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) banyak yang belum atau tidak mengetahui bahwa di Muba terdapat sebuah situs sejarah peninggalan pada zaman penjajahan.

Situs sejarah yang biasa masyarakat sekitar sebut sebagai goa belanda ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan banyaknya bebatuan yang runtuh termakan usia.

Masyarakat sekitar biasa menyebut peninggalan Belanda ini sebagai Goa Belanda, selain itu ada yang menyebut bengkel Belanda.

Kondisi Gua Belanda yang kurang terawat.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh pemilik tanah, Alamudin bin Rohim (63), mengatakan bahwa peninggalan zaman Belanda ini dulunya merupakan bengkel untuk memperbaiki tank, dimana di atas bukit terdapat bekas-bekas lintasan dari tank.

“Dulunya banyak besi kata kakek saya, karena dahulu zaman krisis sehingga besi-besi yang ada dicuri dan dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain banyak reruntuhan batu peninggalan Belanda, pada situs itu juga ada sebuah goa setinggi 1 meter. “Saya tidak melarang orang untuk masuk, jika mau masuk silahkan saja tetapi saya tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Rantau Kasih M Dedi mengatakan, terima kasih kepada Tim Pokdarwis Muba di bawah binaan Dispopar Muba telah mengunjungi Bunker ini, “Besar harapan kami agar ke depan tempat ini layak di kunjungi untuk masyarakat,” ujarnya.

Terpisah Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata (Dispopar Muba) Muhamad Fariz, SSTP, MM, mengatakan, “Di masa pandemi ini kita sama sama sulit dan berjuang keras menghadapi Covid-19 ini bukan hanya sektor Pariwisata, UMKM juga di Indonesia bahkan di dunia juga menurun drastis.

Namun semangat para pemuda pecinta budaya dan pariwisata lokal dalam mengeksplorasi jejak sejarah dan budaya ini tidak diragukan lagi dan patut acungi jempol

“Ya, saya sangat apresiasi kepada Pokdarwis Muba yang sangat peduli dengan pariwisata yang ada di Muba, semoga kedepan dengan telah diresmikannya program Jelajah Muba On TV beberapa bulan yang lalu dapat mengekspose tempat tempat wisata bersejarah yang dapat menarik peminat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata tersebut, dan mampu mengaruhi kembalinya ekonomi kita yang ada di Indonesia terutama di Musi Banyuasin,” ungkapnya. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.