Sekayu, Sumselupdate.com – Kondisi pembangunan dan keuangan daerah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) belakangan menjadi sorotan sejumlah kalangan. Kelambatan serapan anggaran serta belum optimalnya pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur dinilai menjadi tantangan yang harus segera diatasi pemerintah daerah.
Situasi tersebut diperparah dengan menurunnya kapasitas fiskal daerah yang dikhawatirkan dapat berdampak pada percepatan pembangunan maupun kesejahteraan masyarakat.
Ketua DPC Partai Gerindra Musi Banyuasin, Irwin Zulyani, mengaku prihatin melihat sejumlah agenda pembangunan yang belum berjalan sesuai harapan.
“Penurunan kapasitas fiskal Muba saat ini memerlukan penanganan serius agar tidak berdampak lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Irwin, Rabu (17/6/2026).
Pandangan serupa disampaikan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Muba, Ahmadi Dausad. Menurutnya, diperlukan langkah konkret dan terukur untuk mengembalikan stabilitas pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin.
Di tengah tantangan pembangunan tersebut, dinamika politik daerah mulai menjadi perhatian publik. Kedekatan Irwin Zulyani dan Ahmadi Dausad dalam beberapa kesempatan memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan terbangunnya kolaborasi politik kedua tokoh tersebut pada masa mendatang.
Pemerhati sosial Musi Banyuasin, Satoto Waliun, menilai wacana kebersamaan kedua figur tersebut layak diperhitungkan karena memiliki pengalaman dan kapasitas yang saling melengkapi.
Menurut Satoto, Irwin Zulyani memiliki pengalaman sebagai anggota legislatif selama dua periode yang membuatnya memahami kebutuhan masyarakat serta mekanisme pemerintahan daerah.
Sementara Ahmadi Dausad dinilai memiliki kematangan dalam bidang birokrasi dan politik praktis berkat pengalamannya selama empat periode sebagai wakil rakyat.
“Jika melihat rekam jejak keduanya, masing-masing memiliki keunggulan yang dapat menjadi modal dalam membangun daerah,” katanya.
Ia juga menyoroti posisi strategis PDI Perjuangan dalam peta politik Musi Banyuasin. Menurutnya, partai tersebut memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kekuatan politik yang berpengaruh dalam berbagai kontestasi Pilkada di daerah tersebut.
Satoto menilai, apabila kekuatan politik Gerindra dan PDI Perjuangan dapat disinergikan, maka akan terbentuk poros politik yang memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan daerah.
“Duet Irwin Zulyani dan Ahmadi Dausad bukan tidak mungkin menjadi salah satu alternatif yang dapat menjawab tantangan pembangunan dan perlambatan ekonomi yang saat ini dihadapi Musi Banyuasin,” ujarnya.
Meski demikian, wacana tersebut masih sebatas pandangan dan analisis politik. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari kedua tokoh terkait kemungkinan membangun kolaborasi politik pada kontestasi mendatang.
(**)











