Longsor Hancurkan Dua Rumah di Muba, Bupati HM Toha Langsung Turunkan BPBD dan Dinsos

Writer: - Selasa, 21 Juli 2026
Longsor yang terjadi di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, merusak dua rumah warga pada Minggu (19/7/2026) dini hari. Pemkab Muba bergerak cepat menyalurkan bantuan dan melakukan penanganan darurat guna memastikan keselamatan warga terdampak. Foto: Istimewa/Pemkab Muba. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Sekayu, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) bergerak cepat menangani bencana longsor yang merusak dua rumah warga di Kecamatan Lais, Minggu (19/7/2026) dini hari.

Bupati Muba HM Toha Tohet SH langsung menginstruksikan Camat Lais, Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Read More

Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Sebuah rumah semi permanen dilaporkan roboh setelah tanah di sekitarnya longsor. Dugaan sementara, bencana tersebut dipicu oleh pergeseran tembok penahan sungai (dam) di aliran Sungai Bataleke.

Akibat kejadian itu, rumah milik Rohima (70) mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp150 juta. Sementara itu, rumah milik Fauzan mengalami kerusakan ringan dengan perkiraan kerugian sekitar Rp20 juta.

Meski menyebabkan kerugian material yang cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Bupati Muba HM Toha Tohet SH menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, ia langsung memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bergerak cepat memberikan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.

“Saya telah memerintahkan Camat Lais, Dinas Sosial, dan BPBD untuk segera turun ke lokasi memberikan penanganan, mendata kebutuhan korban, serta menyalurkan bantuan. Keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah,” ujar Toha.

Selain melakukan penanganan darurat, Pemkab Muba juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muba guna menindaklanjuti dugaan pergeseran tembok penahan sungai yang menjadi penyebab longsor.

Di lapangan, petugas bersama perangkat desa melakukan pendataan kerusakan, menginventarisasi barang-barang milik warga yang masih dapat diselamatkan, mengamankan area terdampak, serta mengusulkan bantuan sosial bagi keluarga korban.

Toha memastikan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi kejadian dan menyiapkan langkah-langkah lanjutan sebagai upaya mitigasi.

“Pemkab Muba akan terus memantau situasi di lokasi dan mengambil langkah lanjutan untuk mencegah terjadinya longsor susulan yang berpotensi mengancam permukiman warga di sekitar aliran Sungai Bataleke,” pungkasnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts