Palembang, Sumselupdate.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk solar dan pertalite, di tengah fenomena antrean dan kelangkaan BBM yang masih terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sumatera Selatan di Palembang, Minggu (2/8/2026).
Menurut Bahlil, hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana mengubah harga energi bersubsidi, baik BBM maupun LPG subsidi.
“Menyangkut Solar B50 yang subsidi, tidak ada kenaikan harga. Saya tegaskan tidak ada kenaikan harga untuk energi subsidi, termasuk LPG subsidi, solar, dan bensin subsidi (pertalite),” kata Bahlil.
Pernyataan itu sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait fenomena antrean BBM yang belakangan masih terjadi di berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Di Sumatera Selatan, misalnya, distribusi BBM jenis solar sempat diatur dengan waktu pelayanan tertentu, yakni pada malam hingga dini hari, guna mengendalikan penyaluran kepada masyarakat.
Bahlil menegaskan, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan kebijakan kenaikan harga BBM subsidi.
Ia menjelaskan, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga energi bersubsidi meskipun harga minyak mentah dunia atau Indonesia Crude Price (ICP) mengalami perubahan.
“Pemerintah terus mengontrol harga. Kalau harga global sedang turun tentu menjadi perhatian, dan kalau naik juga akan mengikuti perkembangan harga minyak dunia untuk produk non-subsidi,” ujarnya.
Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, Bahlil mengatakan penyesuaian harga tetap mengacu pada dinamika harga energi di pasar global.
Sebelumnya, Kementerian ESDM juga menyampaikan bahwa stok BBM dan LPG nasional masih berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah sehingga pasokan energi bagi masyarakat dipastikan dalam kondisi aman.
(**)











