HNSI Bangka Himbau Nelayan Tetap Menerapkan Prokes

Saidil Maulana

Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Merespon polemik pengerukan alur muara dan kolam PPNS yang akhir-akhir memunculkan aksi demonstrasi oleh para pihak di pesisir, ll ketua pelaksana harian DPC HNSI Bangka Saidil Maulana meminta nelayan tetap menjaga prokes kesehatan dalam melakukan kegiatan terutama saat berada pada areal Pelabuhan Perikanan Nusantara sebagai pusat kegiatan bongkar muat hasil perikanan dan bisnis.

Hal ini bertujuan prinsip kehati-hatian sebagai perlindungan diri sendiri dan bentuk keaktifan memerangi badai pandemi sehingga sentra ekonomi perikanan Sungailiat tetap nyaman dan aman bagi para nelayan dan masyarakat luas.

Bacaan Lainnya

Persoalan pengerukan alur muara dan kolam PPNS merupakan tujuan bersama yang sudah dan sedang ditangani oleh pihak PT. Pulomas Sentosa hingga hari ini dengan komitmen dan tujuan yang sama pula.

“Terkait kisruh kepentingan kewenangan administratif antara pihak gubernur kepulauan Bangka Belitung dan bupati Bangka yang terkuak di media, mengkonfirmasi kepada publik bahwa silang kepentingan ini merupakan bagian dari pemicu suasana menjadi tidak kondusif dan tentunya sangat merugikan,” ungkap Saidil Maulana.

Hal ini, lanjutnya, membuktikan ketidakpastian hukum bagi pelaku usaha di Babel untuk berinvestasi dalam berbagai aspek yang tadinya mungkin berniat berusaha di provinsi kepulauan Bangka Belitung.

“Kehadiran PT Pulomas Sentosa merupakan upaya panjang perjuangan masyarakat nelayan dengan lintas kepentingan pengguna alur saat semua upaya telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten Bangka dan PPNS sebagai pengelola pelabuhan perikanan,” imbuhnya.

DPC HNSI Bangka turut membersamai harapan perjuangan nelayan Sungailiat untuk mendapatkan fasilitas alur muara dan kolam yang layak bagi para nelayan dengan berbagai cara hingga pemerintah daerah kabupaten Bangka menghadirkan pihak PT Pulomas Sentosa untuk membantu pengerukan.

“Tentunya sudah melewati berbagai persoalan administrasi yang legal agar tidak melawan hukum dalam praktek pengerukan dan pendalaman alur muara dan kolam PPNS. Semestinya histori yang panjang sebagai rangkaian perjuangan itu menjadi penting untuk terus dijaga dan dikawal hingga akhirnya harapan normalisasi alur muara dan kolam PPNS menjadi kenyataan,” ujar dia.

Kehadiran pihak lain yang tadinya merupakan mitra kerja bagi PT Pulomas Sentosa untuk percepatan penanganan seharusnya didukung dan diawasi untuk sejalan dengan harapan para nelayan pengguna alur agar tidak disusupi pemaknaan lain, apalagi dengan upaya-upaya persaingan bisnis yang tidak sehat dengan munculnya kegaduhan di suasana stagnannya ekonomi para nelayan saat ini.

Oleh karenanya selaku ketua pelaksana harian DPC HNSI Bangka meminta dan menerangkan bahwa :

1. Gubernur Bangka Belitung dan Bupati Bangka turut serta untuk mengembalikan situasi yang kondusif di masyarakat nelayan. Serta, memberikan informasi berimbang mengenai perihal penanganan alur muara dan kolam PPNS yang selama ini di bebankan kepada pihak PT Pulomas Sentosa.

2. Pemerintah diuntungkan dalam hal pendapatan pajak galian material untuk pemasukan bagi PAD atas kehadiran PT Pulomas Sentosa tanpa membebani
anggaran daerah.

3. Bahwa sedimentasi yang kini menumpuk di mulut muara belum tertangani dikarenakan pendalaman areal alur yan menjadi titik utama penyebab sedimentasi masih dalam tahap pengerjaan pengerukan dan pendalaman seiring dengan kepentingan peruntukan kegiatan lain di wilayah tersebut, sebagaimana diketahui bersama bahwa diperairan laut air kantung merupakan wilayah izin usaha pertambangan mineral timah. Sehingga kepentingan aktivitas penambangan timah baik yg dilakukan oleh masyarakat atau perusahaan pertambangan di wilayah tersebut serta kepentingan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar tidak pula terabaikan.

Di akhir rilisnya, Saidil Maulana mengingatkan kepada para nelayan pengguna alur muara dan kolam PPNS tidak mudah terprovokasi dan objektif melihat polemik yang ada agar penanganan alur tetap berjalan. (jip)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.