Isu Balon Kades Bakal Banyak Digugurkan, Puluhan Warga Kedaton Demo

Puluhan warga Desa Kedaton, Kecamatan KPR OKU mengelar demonstrasi meminta selesksi balon kades ditiadakan dan tujuh balon kades langsung diikutsertakan dalam pilkada.

Baturaja, Sumselupdate.com –Puluhan warga Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menggelar demonstrasi di kantor camat setempat, Senin (15/8).

Pasalnya warga setempat menuntut agar Panitia Pemilihan Kepala Desa Kabupaten OKU tidak menyeleksi tujuh bakal calon Kades Desa Kedaton, dan langsung diikut sertakan pada pelaksanaan Pilkades Serentak pada 10 Oktober mendatang.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat kecewa, karena sebelum Panitia Pilkades Kabupaten mengumumkan nama-nama yang berhak dipilih, di Desa Kedaton  sudah beredar rumor di masyarakat sudah ada bakal calon yang digugurkan, bahkan rumor yang beredar tersebut sudah memastikan  bakal calon yang tidak lolos pada penyeleksian,” kata Emron selaku koordinator aksi demo tersebut.

Bahkan menurutnya, pihak tertentu sengaja mencalonkan perangkat desa sebanyak 4 orang, dengan demikian perwakilan dari masyarakat murni hanya memiliki kesempatan satu orang, sebagaimana tertera pada Perbub Nomor 32 Tahun 2015 yang menyatakan bakal calon Kepala Desa hanya 5 orang.

Akibatnya kesempatan bagi warga biasa yang belum berpengalaman di bidang pemerintahan sudah tidak ada lagi kesempatan.

“Itulah sebabnya kami menuntut agar 7 bakal calon yang sudah melengkapi berkas untuk diikut sertakan  pada pemilihan  serentak 10 Oktober 2016 mendatang, untuk memberikan kesempatan bagi warga desa yang belum mempunyai pengalaman dalam bidang pemerintahan, dapat dipilih oleh warga Desa Kedaton,” jelasnya.

Selanjutnya perwakilan warga Desa Kedaton meminta kepada pihak yang berwenang agar dapat mengabulkan tuntutan masyarakat. “Apabila tuntutan ini tidak di kabulkan, maka kami akan melakukan unjuk rasa dalam jumlah yang lebih besar,” jelasnya.

Menanggapi tuntutan warga, Camat Kedaton  Peninjauan Raya (KPR) Yoyin Arifianto mengaku, pihaknya tidak dapat memutuskan, Namun pihaknya akan menyampaikan  hal tersebut kepada Bupati OKU melalui Panitia Pilkades Kabupaten.

“Kami sangat mengapresiasi kepada perwakilan masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi, selain berkas yang disampaikan  oleh panitia Pilkades ke Panitia Pilkades Kabupaten,  berkas tuntutan warga ini juga akan kami sampaikan ke Bupati OKU melalui Panitia Pilkades Kabupaten,” kata Yoyin usai menerima perwakilan aksi demo.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kabupaten OKU Mirdaili ketika di mintai tanggapan soal tuntutan warga Kedaton itu mengaku, pihaknya akan tetap melaksanakan tahapan tersebut, selagi undang-undang yang sudah ada tidak dicabut oleh pemerintah pusat.

“Kami (Pemkab OKU –red) tidak menghalangi warga OKU yang ingin mencalonkan diri sebagai Kades, namun harus kita ketahui, semuanya ada aturan yang harus kita patuhi, Perbub 32 Tahun 2015 merupakan turunan dari Permendagri 112 dan Perda 10 Tahun 2015. Dengan demikian apabila disuatu desa terdapat balon kades yang lebih dari 5 orang maka akan tetap kita lakukan penyeleksian,” jelas Midaili.

Diungkapkannya, pihaknya sangat mengapresiasi bagi desa yang memiliki balon kades lebih dari 5 orang.

“Itu menandakan  desa tersebut sudah maju, dan banyak figur yang berpotensi yang akan dipilih oleh masyarakat, dan nantinya hasil pemilihan tersebut akan melahirkan pemimpin yang berkualitas,” tuturnya. (yan)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.