Palembang, Sumselupdate.com – Sesosok mayat laki-laki ditemukan dalam keadaan leher terjerat dan kepala belakang luka akibat hantaman benda tumpul. Belakang mayat tersebut diketahui bernama Edward Limba (35), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Kedudukan, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.
Edward sendiri berprofesi sebagai sopir taksi online sejak tiga bulan terakhir setelah meninggalkan pekerjaan sebagai detail obat MSI.
Kasus pembunuhan ini cukup menyita perhatian masyarakat dan orang terdekat korban. Terlihat kerabat dan teman korban memenuhi kamar mayat RS Bhayangkara Palembang untuk melihat jenazah korban.
Usai dilakukan otopsi, dr Indra dr Forensik mengatakan, korban meninggal dunia akibat luka benda tumpul di bagian belakang kepala dan luka di leher akibat jeratan serta tangan kiri dan kanan luka robek. “Korban diperkirakann sudah meninggal selama 8 jam sebelum jenazah ditemukan,” katanya.
Sementara itu, mertua korban, Zaini Arivai dan Betty (60) menuturkan, Edward merupakan suami dari anaknya yakni Rosalina (34) yang bekerja sebagai PNS Dishub Penerbangan. Sebelumnya korban meninggalkan rumah, Senin (21/8), sekitar pukul 19.00 Wib.
Ia berpamiitan dengan istrinya karena bekerja sebagai driver Grab dan akan menuju Bank BI biasa tempat korban mangkal.
“Sekitar pukul 02.00 malam nomor korban sudah tidak aktif lagi dan istrinya mulai menghubungi teman-temannya. Tiga handphone allmarhum hilang bersama dompet. Biasanya mantu saya ini keluar jam 09.00 pagi dan pulang jam 4 sore. Lalu habis Magrib keluar lagi dan pulang malam,” terangnya.
Lanjut dia, setelah ditrek melalui Telkomsel diketahui pukul 09.00 malam korban masih berada di KM 29. Korban diketahui meninggalkan dua anak yakni Cantika kelas 4 SD dan Fajar masih duduk di bangku TK. “Mantu saya selama ini dikenal supel, mudah bergaul dan banyak teman. Jadi tidak mungkin almarhum punya musuh,” terang Zaini.
Pantauan di lapangan, para kerabat dan teman korban terdiri dari orang yang berpakaian Dishub, detail dan Grab memenuhi rumah sakit. Kemudian, sekitar pukul 13.30 jenazah dibawa ke rumah duka dan rombongan langsung menuju ke rumah duka untuk menyampaikan duka cita dan melihat korban untuk terakhir kalinya.
Di sisi lain istri korban menangis histeris saat tiba di Instalasi Forensik RS Bhayangkara. Ia datang bersama kerabatnya untuk melihat almarhum yang saat ini tengah menjalani visum luar oleh tim dokter. “Laki aku baek wongnyo, dak neko-neko,” ucap istri korban terisak, menangis sesenggukan.
Dikatakannya, korban diketahui terakhir pamit ke luar rumah pada Senin (21/8/2017) pukul 18.30 WIB. Korban pamit dengan mengenakan baju kaos 3/4 dan menggunakan sandal gunung. (tra)











