Indra Sjafri Kembali Blusukan Buru Pemain Berbakat

Jakarta, Sumselupdate.com – Nama Indra Sjafri harum saat menangani timnas U-19 pada 2013. Ia membawa Indonesia menjuarai Piala AFF.

Ketika itu, pelatih berdarah Minang dikenal dengan kebiasaannya blusukan ke daerah-daerah, mencari bakat-bakat muda di lapangan hijau untuk membela Merah Putih.

Bacaan Lainnya

Sekarang, Indra kembali mengulangi kebiasannya saat diminta kembali menangani timnas U-19. Ia bahkan sudah rampung menjaring bakat-bakat muda di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya di NTT, ada tiga pemain yang akan ikut dibawa seleksi untuk masuk timnas di Jakarta,” kata Indra dikutip dari laman republika.co.id

Di NTT, Indra menyeleksi puluhan bakat muda dari berbagai tempat seperti Atambua, Bajawa, dan Flores. Indra berkaca dari pengalaman ketika mendapatkan Yabes Roni Malaifani, pemain asal Kabupaten Alor yang masuk ke dalam skuat timnas U-19 pada periode pertama kepelatihannya.

Dari Atambua, Indra telah menyeleksi kurang lebih 35 pemain. Ia melanjutkan langkah ke Bajawa karena mendengar banyak pemain-pemain bertalenta lahir dari daerah itu.

“Mereka yang dari Bajawa tidak bisa ikut seleksi di Atambua, karena cuacanya buruk dan susah untuk ke Atambua. Jadi, saya yang akan menjemput bola berangkat ke sana,” kata Indra.

Di samping ke NTT, Indra juga mengaku usai dari provinsi berbasis kepulauan itu, dirinya akan mencari pemain-pemain lain di provinsi lainnya untuk dapat memenuhi dan membentuk skuat Garuda Jaya.

Selanjutnya, Indra dijadwalkan akan mencari bakat terpendam di Sumatra Utara. “Target kita tinggi, jadi juara U-19 dan masuk Piala Dunia U-20, pemain berbakat untuk mengisi kekuatan tim harus dicari, demi Indonesia berjaya,” kata dia.

Timnas U-19 akan dipersiapkan bertanding dalam piala AFF U-19, September mendatang. Termasuk juga untuk piala AFC U-19 akan dilaksanakan pada November 2017. (pto)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.