Hipnotis Pedagang Bakso, Residivis Dihukum 20 Bulan

Sri Asniar alias Sri Yunia (31), residivis kasus penggelapan.

Palembang, Sumselupdate.com – Terbukti melakukan tindak pidana penipuan, Sri Asniar alias Sri Yunia (31), residivis kasus penggelapan diganjar majelis hakim dengan pidana penjara selama satu tahun delapan bulan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (21/6).

“Menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 372 KUHP. Sebagaimana termasuk dalam dakwaan jaksa penuntut umum,” ujar Charles Simamora saat memimpin sidang.

Bacaan Lainnya

Atas putusan ini, hakim melanjutkan terdakwa berhak menolak dengan mengajukan banding atau pikir-pikir selama satu pekan ke depan.

“Bila tidak menentukan sikap maka dianggap menerima dan putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap,” tandasnya.

Mendapat hukuman empat bulan lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syarif Sulaiman, terdakwa yang sebelumnya pernah dihukum 10 bulan penjara ini langsung menerima.

Sedangkan dari fakta persidangan disebutkan terdakwa ditangkap di Jalan Rustini, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, pada 15 Maret.

Bermula saat terdakwa mendatangi tempat dagangan korban dan berpura-pura disuruh mertuanya memesan bakso sebanyak 400 porsi. Lalu korban diajak menemui mertua pelaku dengan maksud menentukan harga.

Setelah berkeliling sekitar 15 menit menggunakan mobil dan sampai di lokasi penangkapan terdakwa berkata untuk meminjam kalung dan gelang emas yang dikenakan korban. Tanpa sadar korban melepaskan kalung emas yang dikenakannya.

Kemudian korban dan terdakwa turun dari mobil, lalu menuju sebuah rumah yang sedang menggelar acara dan korban diminta menunggu dan setelah ditinggal korban baru sadar kalau terdakwa sudah mengambil kalung dan gelang emas miliknya.

Panik melihat terdakwa sudah tidak ada, korban meminta warga sekitar untuk mencari terdakwa, hingga akhirnya terdakwa berikut barang bukti perhiasan emas milik korban diamankan warga sekitar. (pto)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.