Herman Deru Gelar Yasin dan Doa Bersama Mengenang Tujuh Hari Wafatnya Ayah Mertua H Husni

Gubernur Sumsel H Herman Deru menyampaikan sambutan dalam acara yasin, tahlil, dan doa bersama mengenang tujuh hari wafatnya ayah mertua H Husni di Griya Agung Palembang, Senin (17/1/2022) malam

Laporan: Deden Finando

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menggelar yasin, tahlil, dan doa bersama mengenang tujuh hari wafatnya ayah mertua H Husni.

Read More

Kegiatan yasin, tahlil, dan doa bersama yang digelar di Griya Agung Palembang, Senin (17/1/2022) malam, dihadiri sejumlah alim ulama, pejabat, tokoh masyarakat, dan undangan penting lainnya.

H Husni yang merupakan ayah dari Hj Febrita Lustia Herman Deru dan mantan Walikota Palembang dua periode, yakni periode pertama 1993-1998 dan periode kedua tahun 1998-2003, meninggal dunia pada usia 84 tahun tepatnya pada Selasa (11/1/2021) sekitar pukul 05.47 WIB di Palembang.

Undangan yang hadir dalam acara yasin, tahlil, dan doa bersama mengenang tujuh hari wafatnya ayah mertua Gunernur Sumsel H Husni di Griya Agung Palembang, Senin (17/1/2022) malam

Pantauan Sumselupdate.com tampak hadir dalam acara tersebut Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto MH, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Ketua MUI Sumsel, Ketua Pengadilan Agama Sumsel, tokoh masyarakat H Halim, beberapa walikota dan bupati di Sumsel.

Dalam acara yasin, tahlil, dan doa bersama ini diisi dengan tausyiah yang dibawakan Mudir Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Kabupaten Ogan Ilir sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumsel Drs Kh Mudrik Qori MA.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, ayah mertuanya H Husni sudah 40 tahun mengabdi untuk negara yang dimulai dari selesai kuliah Jurusan Sospol Universitas Gajah Mada (UGM) hingga selesai menjabat Walikota Palembang Juli 2003.

Deru mengatakan istimewanya H Husni menjabat sebagai Sekda paling terlama di Indonesia, yakni 9 tahun 10 bulan menjabat Sekda OKU dengan beberapa bupati.

Dikatakan Deru, semasa menjabat menjadi Walikota Palembang mulai Juni 1993 hingga Juli 2003, H Husni menghadapi situasi berubah-ubah.

Saat kepemimpinnya menjadi Walikota Palembang H Husni menghadapi perubahan empat presiden mulai dari Soeharto, BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Megawati.

Undangan yang hadir dalam acara yasin, tahlil, dan doa bersama mengenang tujuh hari wafatnya ayah mertua Gunernur Sumsel H Husni di Griya Agung Palembang, Senin (17/1/2022) malam

Herman Deru masih ingat jelas kepribadian ayah mertuanya itu. Di mana pengelolaan kesabarannya sangat luar biasa.

“Tidak pernah mendengar suara keras dari beliau, tapi terorganisir dengan baik,” kata Deru.

Selain itu, H Husni dikenal gemar menggalakan kegiatan Safari Jumat. Sehingga hampir rata-rata prasasti masjid di Kota Palembang ditandatangani H Husni.

“Artinya saya bukan yang pertama menggalakan Safari Jumat, namun Pak Husni. Beliau keliling dari masjid ke masjid,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.