Hasil Rekonstruksi, Muslimin Terancam Hukuman Seumur Hidup Karena yang Punya Ide Menguburkan Sidik Purwanto

REKONSTRUKSI-Tersangka Muslimin menjalani proses rekonstruksi di halaman Mapolda Sumsel, Rabu (30/9/2020).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com-Kasus
pembunuhan terhadap Sidik Purwanto (60), yang tewas pada Maret 2013, di Desa Mariana, Kabupaten Banyuasin 1, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),
masuk ketahap rekontruksi. Saat rekonstruksi digelar, ada yang tampak berbeda dari keterangan yang dijelaskan tersangka Muslimin.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan Sumselupdate, Rabu (30/9/2020), rekonstruksi yang digelar di Halaman Mapolda Sumsel terdapat 16 adegan yang disajikan. Pada adegan kelima, saat di dalam kamar, korban Sidik Purwanto langsung ditodong dengan senjata api oleh tersangka Novriansyah, dan disuruh duduk oleh Hendra ke lantai sambil menodongkan senjata tajam.

Adegan rekonstruksi pembunuhan Sidik Purwanto.

Lalu setelah diikat dengan tali tambang dan dilakban matanya, korban dibawa ke kamar mandi serta dimasukkan ke dalam bak mandi. Di adegan kedelapan setelah mengetahui korban sudah meninggal, tersangka Hendra dan Novri, mengangkat tubuh korban dari bak mandi dan diletakkan ke lantai.

Barulah Yuliana adik kandung Muslimin menghadap dan membicarakan bahwa ia telah membunuh orang dan Muslimin mengatakan untuk menguburkannya saja.

Tersangka Muslimin menjalani adegan rekonstruksi.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, keterangan Muslimin atau Muslim dengan apa yang terjadi pada rekonstruksi bahwa benar dan sama.

“Ya benar apa dari keterangan pelaku (Muslim) dan rekonstruksi sama. Namun ada pasal yang berubah atas menjerat dirinya, yakni pasal 108 yang menerang bahwa pelaku terbukti sebagai pemimpin atau memiliki ide mengubur korban dengan ancaman 20 tahun penjara atau penjara seumur hidup,” jelasnya.

Sekadar mengingatkan, korban Sidik Purwanto yang tinggal di Kabupaten Banyuasin dibunuh pasangan suami istri (pasutri) bernama Novriansyah dan Yuliana.

Sidik Purwanto adalah korban perampokan disertai pembunuhan. Dalam aksinya, pasutri Novriansyah dan Yuliana, dibantu tiga rekannya Hendra, Muslim, dan Am (DPO). Modusnya, kelima tersangka mengambil mobil pick up korban dengan modus mengantarkan barang pindahan.

Untuk diketahui, tersangka Yuliana melakukan aksi bunuh diri di Provinsi Riau, sementara Novriansyah dan Hendra menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatn (LP) Nusa Kambangan. Sementara Muslimin baru ditangkap setelah tujuh tahun buron. Muslimin ditangkap pada, Kamis (3/8/2020) malam. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.