Hanya Tangkap Pekerja, Polisi Masih Terus Buru Pemilik Pabrik Miras Palsu

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Palembang, Sumselupdate.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan masih mengejar pemilik usaha rumahan pemalsu minuman keras (miras) yang digrebek di Jalan PDAM Tirtamusi, RT8/3, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, pada 3 November lalu.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan,pemilik usaha miras oplosan tersebut diketahui seorang wanita bernama Rita. Berkali-kali pihaknya mengendus keberadaan tersangka namun masih berhasil melarikan diri.

Bacaan Lainnya

“Kemarin posisinya dideteksi berada di Lampung, namun yang bersangkutan sudah tidak ada saat anggota berupaya menangkap,” ujarnya, Selasa (14/11/2017).

Dirinya mengimbau kepada tersangka agar segera melarikan diri saja daripada terus melarikan diri, karena pihaknya akan terus mengejar tersangka kemana pun melarikan diri. “Akan terus kami kejar. Kalau melarikan diri terus, ancaman hukuman akan ditambah sepertiga dari vonis hukumannya. Lebih baik menyerahkan diri untuk meringankan,” tambahnya.

Sebelumnya,Polda Sumsel menyita ribuan botol produksi miras rumahan yang dipalsukan menjadi miras bermerek Vodka, Whisky, dan Mansion House. Lima tersangka tidak dapat berkutik saat puluhan petugas kepolisian menggerebek mereka yang tengah melakukan aktifitasnya mengemas miras yang mereka buat sendiri.

Lima tersangka yang ditangkap yakni Edison (20) dan Joko (34) warga Prabumulih, serta Pangestu (17), Erwan (34), dan Redi (22) merupakan warga Lampung Tengah.

Zulkarnain mengatakan, para tersangka telah beroperasi sejak dua bulan lalu. Mereka meracik sendiri miras buatan lalu mereka masukan ke botol Vodka, Whisky dan Mansion House untuk dipalsukan. Bahan yang digunakan tersangka untuk meracik yakni air mineral isi ulang, cairan aroma miras, serta cairan karamel.

“Sehari mereka jual ke pedagang 50 dus miras palsu. Satu dus isinya 48 botol. Berarti dalam sehari mereka bisa jual 2.400 botol miras palsu. Satu dus dijual Rp500.000 sehingga omset mereka per hari bisa mencapai Rp25 juta,” jelas Zulkarnain.

Polisi menangkap tersangka berikut barang bukti berupa 19 dus miras merek Vodka dan Mansion House, 48 dus miras merek Whisky, tiga unit mesin press tutup botol, 13 botol aroma campuran miras, sembilan botol cairan pewarna makanan karamel, dan ratusan label merek Vodka, Mansion House, dan Whisky.

Polisi pun turut menyita lebih dari 5.000 botol kosong, sedikitnya 5.000 tutup botol  merek miras, satu tangki air ukuran 500 liter, lima unit drum berisi alkohol berkapasitas 200 liter, corong, ember dan satu unit mesin pompa. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.