Gelapkan BPKB Motor Pacar, Bamantara Pasrah Dihukum 2 Tahun Kurungan

Persidangan terdakwa kasus penggelapan BPKB Motor milik kekasihnya sendiri, Bamantara Nusa Putra.

Palembang, Sumselupdate.com – Terdakwa kasus penggelapan BPKB motor milik kekasihnya sendiri, Bamantara Nusa Putra, pasrah dihukum majelis hakim hukuman 2 tahun penjara.

Pasalnya, terdakwa terbukti telah menggadaikan BPKB Motor senilai Rp25 juta, menjual satu unit handphone dan satu unit laptop milik kekasihnya sendiri yang berinisial MS.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dilakukan terdakwa pada November 2018 lalu, berlokasi di Jalan Silahberanti, tepatnya di depan SMPN 35 Palembang, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.

Atas perbuatannya tersebut, Terdakwa Bamantara Nusa Putra, dihukum 2 tahun penjara dalam sidang virtual yang dipimpin oleh hakim ketua Hotnar Simarmata SH MH, di Pengadilan Negeri Palembang, Klas 1A Khusus Sumsel, Senin (7/12/2020).

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut, lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sigit Subiantoro SH, yang menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun penjara.

Melansir dari laman resmi SIPP PN Palembang, dituliskan bahwasanya terdakwa Bamantara Nusa Putra, terbukti telah melakukan penggelapan dengan cara menggadai BPKB Motor jenis Matic milik kekasihnya berinisial MS, pada bulan November 2018 lalu.

Hal tersebut bermula saat kekasih terdakwa Bamantara Nusa Putra, MS menitipkan barang berupa 1 buah buku BPKB Sepeda Motor Honda Beat warna merah BG-6883-AAR kepada terdakwa, dengan alasan MS akan pulang kampung ke Jambi.

Karena takut hilang, berdasarkan kepercayaan sebagai seorang kekasih, MS menitipkan BPKB Motornya itu pada terdakwa.

Lalu pada Oktober 2018 terdakwa meminjam 1 unit laptop dan 1 buah Printer, pada korban MS, dengan alasan mau mengetik dan print nota pembelian usahanya jual-beli makanan hewan Kucing dan Anjing, yang belokasi di daerah Jalan Sekanak 22 Ilir Palembang.

Terdakwa  Bamantara Nusa Putra berjanji hanya meminjam barang tersebut hanya untuk sayu hari saja, namun sampai dengan sekarang ini tidak dikembalikan oleh terdakwa, pada kelasihnya yakni Korban MS.

Tidak hanya itu, terdakwa kembali berulah, dengan cara meminjam motor milik MS pada November 2018, dan berjanji hanya meminjamnya sebentar. Namun ternyata terdakwa justru menjual motor milik MS ke seorang bernama Zul (DPO).

Atas perbuatannya tersebut, MS lantar melaporkan perbuatan terdakwa ke petugas kepolisian setempat. Atas perbuatannya, korban MS mengalami kerugian hingga 31 juta rupiah.(Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.