Empat Sekawan Sindikat Shabu Asal Kabupaten PALI Divonis 15 Tahun Penjara

Gedung Pengadilan Negeri Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Empat sekawan Dodi Hermanto, Arta Suarsyah, dan Adi yang merupakan warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) serta Ririn Carolinia Pasha, warga Jalan May Zen, Komplek Kedamaian Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, divonis majelis hakim selama 15 tahun penjara.

Vonis terhadap sindikat pengedar narkotika jenis shabu dibacakan dalam sidang secara virtual yang diketuai oleh hakim Erma Suharti, SH, MH di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (1/4/2021).

Read More

Dalam persidangan, diketahui keempatnya merupakan jaringan narkotika yang kerap melakukan transaksi di Kabupaten PALI.

Atas perbuatannya, keempat terdakwa dijatuhi hukuman  15 tahun dengan pidana denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Adapun dalam persidangan, pertimbangan majelis hakim bahwa para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum tanpa izin menjadi perantara dalam jual beli narkotika dengan barang bukti dua bungkus shabu berat netto keseluruhan 198 gram.

“Bahwa para terdakwa sebagaimana dakwaan kesatu penuntut umum melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar hakim ketua.

Hal-hal yang memberatkan menurut majelis hakim yakni perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika dan merusak generasi bangsa.

“Hal-hal yang meringankan terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya,” ungkap hakim ketua.

Atas putusan tersebut melalui kuasa hukumnya, keempat terdakwa, Arif Rahman, SH dan rekan menyatakan terima terhadap putusan tersebut.

Diketahui pada sidang sebelumnya dengan agenda pembacaan tuntutan dari penuntut umum, atas perbuatan para terdakwa dituntut pidana penjara masing-masing selama 13 tahun, pidana denda Rp1 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan.

Diketahui dalam dakwaan penuntut umum, keempat terdakwa diamankan oleh petugas kepolisian pada November 2020 silam dengan cara undercover buy di sebuah penginapan di Jalan Demang Lebar Daun Palembang saat akan menyerahkan dua bungkus shabu seharga Rp140 juta.

Dari keterangan para terdakwa, shabu tersebut mulanya dipesan dahulu oleh terdakwa Carolina kepada terdakwa Dodi yang mengatakan bahwa barang tersebut ada di PALI.

Lalu terdakwa Dodi menyuruh terdakwa Arta dan Adi membawa barang haram tersebut ke Palembang untuk diserahkan ke pembeli yang tak lain adalah polisi yang menyamar. (ron)

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.