Empat Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa Polsri Diamankan Anggota Satreskrim Polretabes Palembang

Keempat pelaku dugaan pengeroyokan yang menimpa mahasiswa Polsri Ahmad Reza Tayyib yang video pemukulannya viral di dunia maya utamanya instgram, diamankan anggota Satreskrim Polretabes Palembang, Senin (1/11/2021).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus pengeroyokan yang menimpa mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Ahmad Reza Tayyib (20) yang video pemukulannya viral di dunia maya utamanya instgram, menjadi fokus dan perhatian serius Satreskrim Polrestabes Palembang.

Read More

Bukti keseriusan itu, usai korban Ahmad Reza Tayyib melaporkan kasus pengeroyokan menimpa dirinya ke aparat penegak hukum pada Sabtu (30/10/2021), petugas bergerak cepat.

Tak membutuhkan waktu yang lama, empat pelaku pengeroyokan diamankan dan digiring ke Mapolrestabes Palembang, Senin(1/11/2021).

Kasat Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi

Keempatnya pelaku dugaan pengeroyokan itu masing-masing Aji (23), Amar (20), Hasbi (20), dan Revaldo Dewa (20). Ternyata empat pelaku ini berstatus dua mahasiswa Polsri dan dua lainnya sudah selesai atau alumni.

“Menindak lanjuti video viral tersebut kami berhasil menangkap ke empatnyai,” ujar Kasat Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi dalam rilisnya.

Kompol Tri Wahyudi mengatakan, motif pengeroyokan masih simpang siur. Namun pelaku mengaku akibat salah paham. “Masih kita dalami (motifnya –red),” katanya.

Sementara itu menurut pengakuan Aji yang juga alumnus Polsri Jurusan Mesin mengaku, motif pengeroyokan karena ada juniornya terlebih dahulu dipukul oleh korban, sehingga dia dan rekannya Amar menghampiri korban yang saat itu bermain game di koridor Polsri.

“Aku tuh cuma nak konfirmasi, kareno cak nantang nian, kami keroyok dio,” cetusnya.

Dari pengakuan Aji jika semua pelaku memukul korban dan dirinya tiga kali memukul.

Barang bukti yang diamankan petugas.

Pastinya, atas tindakkan keempat pelaku dijerat Pasal 170 dengan hukuman di atas lima tahun penjara.

Terpisah, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polsri Ahmad Zamheri saat dihubungi membenarkan korban dan dua pelaku mahasiswa Polsri.

“Iya benar (mahasiswa –red). Kita lagi cari waktu untuk konpers (konfrensi pers –red),” kata Ahmad Zamheri. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.