Palembang, Sumselupdate.com – Kasus kematian Yahya Ramadhan (24) pemuda ODGJ di Banyuasin yang ditemukan banyak luka lebam dan tusuk di tubuhnya resmi dilaporkan ke Polda Sumsel.
Pelaporan itu menyusul temuan luka tak wajar pada tubuh korban, pihak keluarga menduga korban tewas saat masih di berada di area perusahaan perkebunan sawit.
Penasihat hukum keluarga korban dari Kantor LBH Bima Sakti, menduga korban telah tewas saat berada di area PT Mitra Aneka Rezeki.
”Telah kami laporkan dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,”ucap M Novel Suwa SH MM Msi direktur LBH Bima Sakti.
Dugaan itu menyusul adanya foto yang menunjukkan korban berada dalam area PT MAR dengan dikerumuni petugas jaga hanya berselang waktu satu jam sebelum dikabarkan meninggal dunia, pada Rabu (11/02) pukul 18:05 wib.
Bahkan ada foto dimana petugas security yang seolah memaksa korban berdiri meski terlihat korban sudah dalam kondisi lemas.
Baca juga :
”Ada foto korban masih dalam kondisi hidup sekitar pukul 17:02 wib, berselang satu jam korban dikabarkan meninggal dunia,” ucapnya.
Kejanggalannya juga jasad korban diduga sengaja dipindahkan ke Masjid yang ada di Desa Teluk Betung berjarak 15 menit perjalanan dari PT MAR.
Baca juga : Dilaporkan Kasus Pengeroyokan, Srihati Laporkan Balik Kakak Iparnya Atas Tuduhan Penganiayaan
Sebab, menurut pengakuan keluarga korban saat menjemput jenazah juga bertemu dengan karyawan PT MAR di masjid tersebut.
“Jadi ada foto foto yang diterima keluarga bahwa korban ada di area perusahaan, berselang bebeberapa menit baru dibawa ke masjid,” ucap Novel.
Novel menyakini kematian Yahya Ramadan diakibatkan peristiwa penganiayaan yang coba ditutup tutupi.
”Korban ini dibawa langsung ke masjid bukan ke rumah sakit, ataupun klinik,” ucapnya.
Ditambah dengan fakta bahwa korban Yahya Ramadan yang mengidap depresi gangguan kejiwaan diyakini tak akan melakukan tindakan kriminal.
”Sepertinya korban tidak mungkin melakukan tindakan kriminal melakukan kejahatan yang dapat merugikan perusahaan,” ucap Dr Conie Pania Putri SH MH wakil direktur LBH Bima Sakti.
Atas peristiwa yang menimpa Yahya Ramadan pihak keluarga dalam laporan polisi memuat dugaan pelanggaran pasal 466 KUHP tentang penganiayaan hingga menyebakan kematian.
“Kami harap penyidik dapat membuatbterang perkara ini, karena ada dugaan untuk menutupi fakta dengan diarahkan korban meninggal dunia karena kelelahan,” ucap Conie.
Sebelumnya, Seorang pemuda dalam gangguan kejiwaan di Kabupaten Banyuasin tewas dengan banyak luka lebam dan luka tusuk yang diduga akibat pengeroyokan.
Korban diketahui bernama Yahya Romadhon (27) warga Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin. Menurut pengakuan keluarga korban, Yahya memang telah lebih dari tiga hari menghilang sejak tepatnya Senin (09/02).
”Dia pergi gak pulang, dan memang senin sore anak saya lihat dia jalan keluar ke jalan lintas dan sejak itu tak pernah pulang, “ucap Ginanjar (40) kakak kandung korban.
Ginanjar mengungkap adiknya sudah didiagnosa alami gangguan kejiwaan sejak tahun 2023 lalu. Korban baru diketahui keberadaannya namun sudah dalam kondisi tewas dan sudah dievakuasi di sebuah musolah yang ada di Desa Teluk Betung Kecamatan Pulau Rimau Banyuasin, pada Rabu (11/02) sore.
” saya dikabari teman saya yang ada di pulau rimau, dia bilang adik saya meninggal, “ucap Ginanjar.
Mendapat kabar itu, Ginanjar bersama sejumlah keluarganya menjemput jenazah korban pada Kamis dini hari (12/02).
”Waktu saya jemput, jasadnya sudah didalam keranda tertutup terpal tapi masih pakai pakaian kotor dan basah di jaga oleh dua orang pria,” ucap Ginanjar.
Setelah dibawa pulang, pihak keluarga baru menyadari adanya luka lebam dan tusukan ditemukan di sekujur tubuh korban.
”Di bagian perut dan punggung ada lebam, dikepala belakang ada benjolan siku kiri patah, dan ada lubang di betis kanan, “ucap Ginanjar.
Kekinian, jenazah Yahya sudah dimakamkan pihak keluarga TPU Air Batu, pada Kamis (12/02) siang. Ginanjar rencananya akan membuat laporan polisi di Polda Sumsel terkait kematian adiknya yang tidak wajar. “Kami akan membuat laporan polisi, karena meninggalnya tidak wajar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Pulau Rimau Iptu Yusri Meryansyah membenarkan adanya penemuan mayat ODGJ.
“lya benar ada ODGJ orang Air Batu. Sudah diambil oleh pihak keluarga, ditemukan tergeletak di kebun sawit dekat PT MAR. Kemungkinan kelelahan karena berjalan jauh,” pungkasnya. (**)











