Edarkan Shabu, Bapak dan Anak Divonis 16 Tahun Penjara

Palembang, Sumselupdate.com – Simpan Narkotika jenis shabu, bapak dan anak, warga Jalan Ki Moragan, Kecamatan Kertapati, ini divonis 16 tahun penjara atau lebih tinggi dari pada tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ursula.

Hal tersebut diketahui saat pembacaan putusan terdakwa atas nama Sapudin  dan anaknya Asmara, oleh majelis hakim diketuai oleh Syahri Adam di Ruang Sidang  Pengadilan Negeri secara virtual Selasa (9/3/2021).

Read More

“Dengan ini  majelis hakim menimbang bahwa kedua terdakwa divonis sesuai dengan pasal 132 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman vonis 16 tahun penjara denda Rp1 Miliar dan subsider 6 bulan kurungan. hukuman tersebut lebih tinggi daripada tuntutan JPU,” tegas hakim ketua Syahri Adam.

Pasalnya kedua terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Ursula, sesuai dengan pasal 114 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp1 Miliar.

“Hal-hal yang memberatkan kedua terdakwa ialah mencoba melakukan permufakatan jahat untuk melakukan jual beli serta membantu menyimpan Narkotika jenis shabu sebanyak 2kg dan 200 butir ekstasi,” terang Syahri.

Sementara untuk hal-hal yang meringankan kedua terdakwa bersikap sopan selama dipersidangan, serta untuk terdakwa Sapuddin, majelis hakim menimbang bahwa umurnya sudah masuk dalam  usia lanjut.

Mendengar putusan majelis hakim, kuasa hukum kedua terdakwa Sufendi meminta waktu untuk pikir-pikir atas putusan majelis hakim tersebut.

“Pikir-pikir pak hakim,” ucap Sufendi secara virtual saat sidang masih berlanjut.

Untuk diketahui, kejadian bermula dari  pihak Polisi BNN mendapat laporan bahwa dikediaman kedua terdakwa di Desa Burgo Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim telah menyimpan shabu.

Mengetahui hal tersebut pihak BNN  mendatangi rumah Sapuddin di Desa Berugo, Kab. Muaraenim dan melakukan penggeledahan.

Saat melakukan penggeledahan ditemukan barang bukti  berupa dua bungkus plastik Teh Cina yang berisikan Narkotika jenis shabu dengan berat 1,994 gram dan 243 ekstasi.

Namun saat melakukan penangkapan, Sapuddin mengaku bahwa anaknya Asmara, sedang mengantarkan shabu ke Palembang.

Dari perkembangan Sapuddin, pihak BNN Palembang pun langsung melakukan penangkapan pada Asmara di Jalan Ki Moragan Kertapati.

Dari pengakuan kedua terdakwa awal mula barang tersebut ada di pihaknya lantaran temanya terdakwa Asmara yang bernama Nawar (DPO) ingin menitipkan shabu dan ekstasi di rumah orangtua terdakwa Asmara dengan upah Rp1 juta. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.