Dua Lagi Pelaku Insiden Tawuran Ditangkap, Mengaku Sempat Ikut Menginjak Paha Korban saat Sekarat

Senin, 16 Januari 2023

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Polisi kembali menangkap dua pelaku dalam insiden tawuran antar-kelompok remaja yang mengakibatkan satu korban jiwa di Kota Palembang.

Read More

Kedua pelaku itu adalah Iqbal (20) dan Diki (20), warga Jalan Ogan, Lorong Pelita, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan IB I Palembang.

Tersangka Iqbal dicokok di Kabupaten Ogan Ilir pada Minggu (15/1) sekitar pukul 16.00 WIB, sedangkan  Diki diringkus di kediamannya kemarin sekitar pukul 18.00 WIB.

Dengan tetangkapnya dua pelaku tersebut, hingga kini petugas Polsek IB I Palembang sudah meringkus tiga orang dari insiden berdarah tersebut.

Kapolsek Ilir Barat I Kompol Rian Suhendi melalui Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat 1, Iptu Apriansyah mengatakan, pelaku Reza (20) lebih dahulu ditangkap pasca-aksi tawuran.

Dikatakan Kapolsek, ketiga orang pemuda yang diringkus tersebut disangkakan melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Farel Anggara Putra.

Farel Anggara Putra sendiri  merupakan warga Jalan Pangeran Ayin, Lorong Krawo, Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

“Alhamdulillah belum 1X12 jam setelah kejadian tiga pelaku kita tangkap. kami juga telah menerima laporan dari pihak keluarga korban,” timpal Kanit Reskrim Iptu Apriansyah, SH.

Sementara itu, pengakuan Reza, salah satu tersangka, insiden berdarah yang terjadi di Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang melibatkan lebih dari 50 pengendara sepeda motor.

Reza mengaku tak mengenali seluruh remaja yang turut menganiaya korban Farel Anggara Putra.

Diungkapkan Reza,  hanya diajak saja saat melakukan penyerangan terhadap kelompok korban yang diduga mengendarai lebih dari 50 motor.

“Ada sekitar 50 motor lebih yang jalan dari seluruh kelompok, entah dari mano bae. Sementara kami sudah nunggu. Setelah mereka lewat kami saling serang dan sambil melempar percon. Itu yang viral kemarin Pak ado yang merekam,” beber Reza.

Kelompok korban, menurut tersangka, sempat melakukan sweeping bersama rombongan lainnya.

Reza mengaku hanya menendang dan menginjak korban yang sudah dalam kondisi terkapar dan telah mengalami luka bacok.

Budak nih gabungan Pak, hampir lebih 50 orang yang datang. Aku diajak, tapi aku mundur saat perang petasan. Terus ado yang di depan maju terus, aku melok maju. Di situ aku lihat korban sudah disikso, dibacok, sudah tekapar aku baru melok injak-injak paha,” beber tersangka Reza.

Di lubuk hati Reza sempat terbesit tak tega melakukan penganiayaan terhadap korban yang sudah mengerang kesakitan.

“Sebenarnya aku sudah kasihan jingok korban yang sudah mintak ampun. Tidak tega lihat korban yang sudah dibacok Pak. Terus aku sempat kabur, tapi langsung ditangkap polisi,” ujarnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts