Martapura, Sumselupdate.com –Aksi perampokan semakin brutal di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT). Bagaimana tidak, dalam seminggu ini, terjadi tiga aksi perampokan di hari berbeda.
Dari tiga aksi perampokan itu, seluruh korban ditembak pelaku. Perampokan pertama menimpa Ulia Nasipa Fitria. Bayi yang berumur delapan bulan itu meninggal dunia setelah pipinya ditembus peluru.
Sementara kedua orang tuanya, Suherman (24) dan Riski Ulpa Holidasia, selamat dari perampokan yang terjadi pada 30 Agustus di ruas Desa Surabaya, Kecamatan Madang Suku III, OKUT.
Perampokan kedua menimpa Amril Haryanto (38), warga Desa Argo Mulyo, Kecamatan Belitang Jaya, OKU Timur.
Korban mengalami luka tembak di bagian paha kanannya saat melintas di Jalan Tanggul Desa Aman Jaya pada pada Rabu (31/8) sekitar pukul 20.50.
Sedangkan hari ini, aksi komplotan perampok bersenpi menimpa Samani (23), warga Dusun Sumberasri III Desa Bumi Saiagung, Kecamatan Bumiagung, Way Kanan Lampung.
Korban meninggal dunia akibat ditembak pelaku saat melintas di Desa Trantang Sakti, Kecamatan BP Peliung, OKUT pada Jumat (2/9), sekitar pukul 07.00.
Samani tewas setelah keningnya tertembus timah panas hingga ke bagian leher.
Peristiwa ini bermula Samani mengendarai sepeda motor jenis Honda Supra X 125 dari Desa Runyai Lampung guna menjemput istrinya yang sedang berada di Desa Sukaraja.
Ketika tiba di Desa Trantang Sakti, Kecamatan Buay Madang, Samani dihadang oleh tiga orang tersangka dan mereka langsung meminta sepeda motor yang dikendarainya.
Korban tidak begitu saja menyerahkan sepeda motor miliknya. Korban memberikan perlawanan kepada ketiga tersangka.
Melihat Samani memberikan perlawanan, pelaku mengeluarkan pistol dan menembakkan di bagian keningnya sampai menembus ke bagian leher.
Setelah korban tewas, kawanan perampok membawa kabur sepeda motor milik korban.
Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung beramai-ramai mendantangi TKP guna memberikan bantuan kepada korban dan membawanya ke Puskesmas Sukaraja.
Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka di Provinsi Lampung untuk dikebumikan.
Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru mengaku, sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. (don)











