Palembang Diselimuti Asap Karhutla, ISPU Tembus 123 Selama 2 Pekan: Warga Diminta Waspada

Writer: - Jumat, 21 Agustus 2026
Monitor Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jalan Radial, Kota Palembang, tampak dalam kondisi rusak dan tidak berfungsi. (Foto: Sumselupdate.com/Istimewa).

Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara di Kota Palembang berada pada kategori tidak sehat dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut ditandai dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang konsisten berada di atas angka 100.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan per Jumat (21/8/2026) pukul 07.00 WIB, ISPU Palembang tercatat 123 atau menjadi yang tertinggi di Sumsel.

Read More

Selain Palembang, kualitas udara tidak sehat juga terpantau di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan ISPU 121 dan Kabupaten Ogan Ilir sebesar 120.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang Ahmad Mustain mengatakan, kondisi tersebut masih berlangsung hingga Jumat pagi.

Berdasarkan pemantauan stasiun pengukur kualitas udara sekitar pukul 10.00 WIB, ISPU Palembang masih berada di angka 123.

“Sesuai standar yang ditetapkan, ISPU di atas angka 100 ini masuk kategori tidak sehat,” kata Ahmad, Jumat (21/8/2026).

Cuaca Panas dan Karhutla Jadi Pemicu

Ahmad mengatakan, kondisi udara tidak sehat di Palembang telah berlangsung sekitar dua pekan.

Cuaca panas dan minimnya hujan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kualitas udara memburuk. Kondisi tersebut juga diperparah oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah sekitar Palembang.

“Kurang lebih dua mingguan ISPU kita di angka tidak sehat. Ini dikarenakan kondisi cuaca yang sangat panas dan sudah lama tidak turun hujan, sehingga proses penanganan karhutla di sekitar Kota Palembang cukup lama. Dampak asapnya akhirnya harus kita terima dengan kondisi yang terjadi saat ini,” jelasnya.

Menurut Ahmad, karhutla menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas udara Palembang, terutama saat musim kemarau.

Ia menyebut, kualitas udara Palembang umumnya berada dalam kondisi sehat ketika tidak terjadi cuaca panas berkepanjangan maupun karhutla.

“Selama ini yang terjadi di Kota Palembang, kalau tidak musim panas dan tidak terjadi karhutla, kondisi ISPU kita masih dalam kategori sehat. Ini berarti salah satu pemicunya adalah karhutla,” ujarnya.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Menghadapi kondisi tersebut, DLH Palembang mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas.

Selain itu, DLH meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk membakar lahan. Kebiasaan tersebut dinilai dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko kabut asap.

“Kami ingatkan lagi kepada masyarakat, jangan memperparah kondisi ini dengan membakar sembarangan dan membakar lahan. Mari sama-sama mencegah agar kondisi yang tidak baik saat ini dapat segera membaik,” tegas Ahmad.

Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan kualitas udara dan penanganan karhutla untuk menekan dampak asap terhadap masyarakat Palembang dan wilayah sekitarnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts