Kabut Asap Palembang Makin Parah, ISPU Subuh Tembus 1.366

Writer: - Selasa, 6 Oktober 2026
Kondisi jalanan dipenuhi kabut asap pada waktu subuh di Kota Palembang, Selasa (6/10/2026) subuh. (Foto: Sumselupdate.com/Fitria Ningsih)

Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Selasa (6/10/2026) dini hari hingga pagi. Kondisi kualitas udara dilaporkan memburuk dengan angka pencemaran yang sangat tinggi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pantauan kualitas udara, pada pukul 04.00 WIB, sejumlah titik pemantauan menunjukkan angka polusi tinggi. Di antaranya Kemuning mencapai 676, Demang Lebar Daun 585, Musi 2 sebesar 564, dan Sukarami 493.

Read More

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan pada pukul 05.00 WIB. Angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dilaporkan mencapai 1.366.

Pada waktu yang sama, wilayah Bukit tercatat mencapai angka 830. Sementara Demang Lebar Daun berada di angka 585 dan Musi 2 mencapai 564.

Tingginya angka pencemaran tersebut menunjukkan kondisi udara Palembang masih berada pada level yang berbahaya bagi masyarakat. Kabut asap juga membuat jarak pandang dan kenyamanan warga untuk beraktivitas di luar ruangan terganggu.

Masyarakat, terutama kelompok rentan dan warga yang memiliki gangguan pernapasan, diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara memburuk.

Bagi warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel polusi. Masyarakat juga diminta memantau perkembangan kualitas udara sebelum bepergian atau melakukan kegiatan di luar rumah.

Di tengah kondisi kualitas udara yang masih fluktuatif, Pemerintah Kota Palembang juga mengingatkan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap untuk memanfaatkan layanan kesehatan.

Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat memperoleh pelayanan secara gratis di sejumlah puskesmas maupun RSUD Palembang sesuai layanan yang disediakan pemerintah.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan dan segera mendapatkan pemeriksaan apabila kondisi kesehatan memburuk.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts