SKK Migas dan KKKS Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kecamatan untuk Jaga Jalur Pipa Migas di Sumsel

Writer: - Jumat, 21 Agustus 2026
SKK Migas bersama Medco E&P Indonesia dan PHR Zona 4 menggelar pertemuan dengan pemerintah kecamatan serta aparat keamanan untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga kelancaran operasi dan jalur pipa migas di Sumatera Selatan, Kamis (20/8/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Indonesia dan PHR Zona 4 memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta aparat keamanan di wilayah operasi hulu migas Sumatera Selatan.

Pertemuan yang digelar di Palembang, Kamis (20/8/2026), tersebut membahas pengelolaan kegiatan hulu migas sekaligus upaya menjaga keamanan jalur pipa penyalur minyak bumi yang melintasi sejumlah wilayah.

Read More

Kegiatan diikuti perwakilan pemerintah kecamatan, kepolisian dan TNI dari sejumlah daerah yang berada di sekitar jalur pipa migas. Di antaranya Kecamatan Muara Lakitan, Jirak Jaya, Penukal, Abab, Talang Ubi, Tanah Abang, Sungai Rotan, Gelumbang, Indralaya Utara, Pamulutan, Kertapati, Jakabaring dan Plaju.

Selain unsur pemerintah daerah dan aparat kewilayahan, kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Subdit Waster Ditpamobvit Polda Sumsel AKBP Ali Sadikin, S.Ag., M.Si., Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Kurnia Ariwijayanti, Koordinator Operasi SKK Migas Sumbagsel Febryan, Manager Stakeholder Relation Management PHR Zona 4 Frans Alexander A. Hukom serta Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo.

Bahas Gangguan Operasi dan Keamanan Jalur Pipa

Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Kurnia Ariwijayanti mengatakan, kegiatan hulu migas memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan di sekitar wilayah operasi perlu terus diperkuat, terutama untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang dapat mengganggu kegiatan hulu migas.

“Kami berharap melalui forum ini, berbagai isu, tantangan maupun potensi yang ada di lapangan dapat dibahas secara konstruktif sehingga menghasilkan solusi yang tepat dan dapat diterima oleh semua pihak,” ujar Kurnia.

Menurutnya, forum tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan serta menyusun langkah strategis guna menjaga keberlanjutan operasi hulu migas.

Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Operasi SKK Migas Sumbagsel Febryan menyampaikan materi mengenai tata kelola hulu migas dan berbagai bentuk gangguan operasi pada jalur pipa penyalur minyak bumi.

Sementara itu, AKBP Ali Sadikin menyampaikan materi mengenai gangguan terhadap operasi hulu migas yang dapat menimbulkan kerugian negara.

Pembahasan dilanjutkan dengan studi kasus dan diskusi yang melibatkan para peserta. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah kecamatan, aparat keamanan dan pelaku industri untuk bertukar informasi terkait kondisi di lapangan.

Perkuat Koordinasi Lintas Wilayah

Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo mengapresiasi dukungan pemerintah kecamatan, kepolisian dan TNI dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Hirmawan, pertemuan tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjaga kelancaran operasi migas.

“Selain menjaga silaturahmi, kegiatan ini juga sebagai forum untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi dan kerja sama untuk kelancaran operasi migas di wilayah jalur pipa migas,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Relations PHR Zona 4 Frans Alexander A. Hukom mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara SKK Migas, KKKS dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.

Ia menilai dukungan pemangku kepentingan dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga objek vital nasional sekaligus memastikan kegiatan hulu migas berjalan aman dan lancar.

“PHR Zona 4 percaya bahwa pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi memiliki peran kunci dalam mendukung KKKS mewujudkan ketahanan energi nasional melalui operasi hulu migas yang aman, selamat, dan andal,” kata Frans.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, SKK Migas dan KKKS berharap komunikasi dengan pemerintah kecamatan serta aparat keamanan semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mencegah gangguan terhadap jalur pipa dan mendukung keberlangsungan produksi migas sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts