Manila, Sumselupdate.com – Sedikitnya 10 orang dilaporkan meninggal dunia akibat leptospirosis di Provinsi Iloilo, Filipina tengah, sepanjang delapan bulan terakhir.
Jumlah kematian tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025. Otoritas kesehatan setempat pun mengimbau masyarakat yang berisiko terpapar untuk segera menjalani profilaksis atau mengonsumsi antibiotik pencegahan sesuai anjuran tenaga medis.
Berdasarkan laporan media setempat pada Jumat (21/8/2026), Provinsi Iloilo mencatat sebanyak 84 kasus leptospirosis sejak 4 Januari hingga 8 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, 32 kasus berkaitan dengan aktivitas pertanian. Sebagian besar penderita juga tercatat berada di wilayah yang rentan dilanda banjir.
Leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini dapat menular kepada manusia melalui paparan urine hewan yang terinfeksi, terutama tikus.
Penularan dapat terjadi ketika seseorang melakukan kontak dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi, terutama melalui luka pada kulit atau bagian tubuh tertentu yang memungkinkan bakteri masuk.
Risiko penularan meningkat di kawasan yang sering dilanda banjir karena genangan air berpotensi tercemar urine hewan. Petani dan warga yang kerap beraktivitas di lingkungan berlumpur atau tergenang juga menjadi kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Otoritas kesehatan setempat mengingatkan warga agar tidak mengabaikan risiko paparan, khususnya setelah berada di lingkungan yang berpotensi terkontaminasi. Masyarakat yang memiliki risiko tinggi diminta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai langkah pencegahan yang diperlukan.
Peningkatan jumlah korban meninggal di Iloilo menjadi perhatian serius, mengingat jumlah kematian akibat leptospirosis dalam delapan bulan terakhir telah mencapai dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
(**)











