Diprediksi Curah Hujan Tinggi, Warga OKI Diminta Waspada Banjir

Kabid Penanganan Darurat dan Logistik, Fahrul Husni.

Laporan : Syakbanudin

Kayuagung, Sumselupdate.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Read More

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Listiadi Martin, melalui Kabid Penanganan Darurat dan Logistik, Fahrul Husni kepada Sumselupdate.com, mengatakan, saat ini, September 2021, sudah memasuki musim penghujan.

“Kami baru saja mendapatkan surat dari BMKG terkait prediksi musim dan memang pada September dan Oktober ini sudah memasuki musim hujan, batas ambang normal di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), bagian selatan. Kemudian, untuk di bagian utara pada September ke tiga, tanggal 20-30 September. Dan pada Oktober tanggal 10-20 Oktober. Sedangkan puncak musim hujan akan terjadi pada Maret tahun 2022,” jelas Kabid Penanganan Darurat dan Logistik, Fahrul Husni, saat berbincang dengan Sumselupdate.com, di ruang kerjanya.

Terkait prediksi musim tersebut, BPBD OKI, mengimbau dan mengingat kepada masyarakat, untuk tetap waspada khususnya, masyarakat yang di berada pemukiman bantaran sungai.

Di Kabupaten OKI, memang beberapa kecamatan yang memang rawan sebagian di Kecamatan Kayuagung, sebagian di Lempuing, sebagian di Mesuji Raya, Jejawi dan Sirah Pulau Padang. Untuk kecamatan lain itu, hanya beberapa desa seperti Cengal, Air Sugihan dan Tulung Selapan.

Menyinggung tentang pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Fahrul mengatakan, sejak ditetapkan status siaga pada Juni 2021, pihaknya sudah mengimbau baik melalui surat edaran maupun Maklumat Kapolda.

“Kita juga telah melakukan sosialisasi di lapangan, khususnya masyarakat petani untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Untuk saat ini, Karhutla masih diambang normal, karena beberapa titik
kemarin terjadi kebakaran yang masuk wilayah Pedamaran, di areal PT Rambang. Dan alhamdulillah, kini sudah hilang kemungkinan tidak akan meluas lagi,” tukasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.