Dikira Kancil, Warga Muaraenim Tewas Tertembak Teman

Ilustrasi senjata

Muaraenim, Sumselupdate.com — Tragis nasib Riswanto, Warga Dusun V Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muaraenim ini tewas mengenaskan setelah tertembak peluru senapan milik teman Sabirin (42), saat berburu di hutan.

Sabirin pun telah menyerahkan diri ke Polisi untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang terjadi.

Bacaan Lainnya

Informasi dihimpun, peristiwa ini terjadi saat korban Riswanto dan Sabirin bersama dua rekannya Ahmad Tohari, Ardiansyah berburu di daerah Talang Tarikan Desa Tanjung Agung pada Rabu (26/8/2020) malam. Sesampai di lokasi mereka berpencar menjadi dua kelompok yaitu Sabirin bersama Riswanto dan Ahmad Tohari bersama Ardiansah.

Mereka berpencar di empat tempat agar perburuan dapat membuahkan hasil. Pelaku melihat mata yang menyerupai kancil dengan jarak sekitar 20 meter lalu membidikkan senjatanya. Begitu tembakan dilepaskan, terdengar suara kesakitan.

Tersangka Sabirin

 

Pelaku dan dua temannya mendatangi sumber suara untuk mengetahui apa yang terjadi. Pelaku panik tak kuasa hingga pingsan setelah melihat temannya sudah tewas bersimbah darah dengan luka tembak di leher kirinya.

Korban dan pelaku dievakuasi ke rumah masing-masing. Pelaku langsung menyerahkan diri ke kantor polisi setelah sadar. Sementara korban dimakamkan tanpa dilakukan visum maupun autopsi karena keluarga menolak.

Kapolres Muaraenim AKBP Donny Eka Syahputra melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Faisal Pangihutan Manalu mengungkapkan, tersangka dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan matinya orang dengan ancaman lima tahun penjara. Barang bukti disita sepucuk senjata api rakitan laras panjang.

“Tersangka menyerahkan diri, dia menembak temannya tanpa sengaja. Tersangka mengira kancil ternyata temannya sendiri,” ungkapnya, Jumat (28/8/2020) dalam siaran persnya.

Dari keterangan tersangka dan saksi, mereka sudah biasa berburu di hutan tersebut dengan senapan angin. Mereka berburu pada malam hari menggunakan senter sebagai alat penerangan.

“Saksi dan tersangka masih kita periksa. Untuk sementara motifnya salah sasaran,”pungkasnya.(dan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.