Depresi Istri dan Anak Tak Pulang, Pria di Palembang Nekat Gantung Diri

Writer: - Senin, 1 April 2024
Suasana kediaman Deni, saat warga membantu evakuasi jasadnya yang masih tergantung
Suasana kediaman Deni, saat warga membantu evakuasi jasadnya yang masih tergantung

Palembang, Sumselupdate.com — Diduga depresi karena tiga hari istri dan anaknya tidak pulang ke rumah, seorang buruh harian lepas bernama Deni Novriansyah (38), nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Aksi bunuh diri ini dilakukan Deni dldi rumahnya di jalan Mataram Seberang, RT 32, RW 08, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang.

Read More

Deni ditemukan oleh istrinya Uyun Novriyanti (34), saat pulang ke rumah. Jasad Deni ditemukan dalam keadaan posisi leher tergantung terikat tali jemuran, pada Minggu (31/3/2024) sekitar pukul 13.30 WIB.

Selain menemukan suaminya sudah tergantung tak bernyawa, Uyun juga menemukan selembar kertas yang bertuliskan surat wasiat yang diduga dibuat oleh korban untuk ditujukan kepada istrinya.

Isi tulisan kertas itu yakni “lesu nian nunggu kamu 3 beranak balek, tedok tulah yang biso melupoke kamu aman tebangun saket lagi, maaf aku tedok selamonyo. Sayang aku ku bawak tedok“.

Surat wasiat yang ditinggalkan Deni sebelum mengakhiri hidup
Surat wasiat yang ditinggalkan Deni sebelum mengakhiri hidup

Kapolsek Kertapati Palembang, Iptu Angga Kurniawan, membenarkan adanya penemuan mayat gantung diri di wilayah hukum Polsek Kertapati Palembang.

“Berawal adanya laporan dari Ketua RT setempat Edi Kusuma (54) bahwa ada korban gantung diri di tempat kejadian perkara (TKP), anggota langsung menuju ke TKP dan mendapati korban sudah meninggal dunia,” ucap Iptu Angga, saat dikonfirmasi wartawan, pada Senin (1/4/2024) pagi.

Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut Iptu Angga, mayat dalam keadaan terikat lehernya dengan tali jemuran dan berdasarkan keterangan keluarga Korban diduga meninggal karena depresi istri dan anaknya sudah 3 hari tidak pulang ke rumah.

“Keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan pemeriksaan otopsi luar maupun dalam, maka dari itu dibuatlah surat pernyataan oleh pihak keluarga,” ungkapnya.

Untuk kronologis diketahuinya korban sudah tewas gantung diri, masih kata Iptu Angga, yakni berawal ketika saksi yang merupakan istri korban ditemani adiknya datang ke rumah. Namun posisi pintu rumah terkunci dengan kunci gembok, sehingga saksi akhirnya mendobrak pintu hingga terbuka.

“Ketika berhasil masuk kedalam rumah, saksi melihat korban sudah tidak bernyawa lagi dalam keadaan tergantung, posisi leher terikat tali jemuran. Lalu saksi melapor ke Ketua RT, dan RT melapor ke Polsek,” tutupnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts